• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Industri Pariwisata di Indonesia Sumbang 8 Persen Emisi Karbon

by Redaksi Asiatoday
January 8, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Industri Pariwisata di Indonesia Sumbang 8 Persen Emisi Karbon

Kapal-kapal wisata di Labuan Bajo. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan bahwa industri pariwisata di Indonesia menyumbang 8 persen emisi karbon.

Emisi karbon tersebut bersumber dari penggunaan transportasi baik di jalur darat, laut dan udara.

“Kita bertanggung jawab pada 8 persen karbon dunia,” kata Sandiaga Uno dalam Peluncuran Carbon Footprint Calculator dan Offsetting secara virtual, di Jakarta, Jumat (7/1/2021).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Besarnya jejak karbon yang dihasilkan tidak terlepas dari nilai ekosistem industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang nilainya mencapai triliunan dolar AS.

Aktivitas masyarakat yang berwisata dan membeli produk kreatif pun mencapai angka 97 persen. Tidak kurang dari 112 juta angkatan kerja terserap dari sektor ini.

“Jadi pariwisata dan ekonomi kreatif ini punya jejak karbon yang besar,” jelasnya.

Untuk menekan itu, Sandiaga saat ini mengarahkan agar sektor pariwisata yang dibangun atau dikembangkan bisa lebih berkualitas dan menjaga keberlanjutan lingkungan termasuk juga untuk menjaga bumi dan manusianya.

“Sesuai dnegan tren global yang semakin nyata, ini yang akan menjadi konsep bottom line,” kata Sandiaga Uno.

Selain soal emisi karbon, krisis yang terjadi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi momentum kebangkitan.

Sandiaga memahami kebutuhan masyarakat untuk mulai berwisata, tetapi pada saat yang sama harus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Momentum baik ini harus dijadikan kebangkitan kita, mari kita bangun kolaborasi bersama,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Emisi KarbonGreen TourismPariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.