• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Industri Pariwisata Tunisia Mulai Menggeliat

by Redaksi Asiatoday
July 21, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Industri Pariwisata Tunisia Mulai Menggeliat

Wisata pantai Djerba, Tunisia. Ist

ASIATODAY.ID, TUNIS – Industri pariwisata Tunisia mulai menggeliat. Gelombang wisatawan kembali memenuhi pantai-pantai negeri itu setelah sejumlah penerbangan carter membuka pelayanan ke negara Afrika Utara tersebut.

Sebanyak 155 pelancong bermasker asal Prancis, Jerman, dan Luksemburg disambut akhir pekan lalu di pulau wisata Djerba dengan pemeriksaan suhu.

“Kami tidak bisa menyelamatkan seluruh musim, tetapi kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebagian dari itu,” kata Menteri Pariwisata Mohamed Ali Toumi, yang berada di bandara untuk menyambut penerbangan Luxair.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Tunisia, negara berpenduduk sekitar 11,5 juta jiwa, mencatat 1.374 infeksi Covid-19 dan 50 kematian.

Negara itu membuka kembali perbatasannya pada 27 Juni, dan para pelancong dari negara-negara yang sudah dikalsifikasi hijau, termasuk Prancis, Jerman, dan Luksemburg, diperbolehkan masuk.

“Anda telah berhasil mengatasi krisis kesehatan lebih baik daripada kami,” kata Patrick, seorang turis Prancis berusia enam puluhan yang tiba bersama putranya selama 10 hari di bawah sinar matahari Tunisia.

Pariwisata menyumbang antara 8-14 persen dari PDB Tunisia, dan mempekerjakan sekitar setengah juta orang. Dan krisis Covid-19 telah memukul sektor ini dengan keras.

Pendapatan pariwisata turun sekitar 50 persen antara 1 Januari hingga 10 Juli, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut angka resmi.

Pihak berwenang memperketat peraturan kesehatan untuk meyakinkan wisatawan, dan telah mengurangi separuh kapasitas hotel untuk mematuhi langkah-langkah anti Covid-19.

“Kami bertekad untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan,” tegas menteri pariwisata.

Pihak berwenang berharap untuk kebangkitan sektor ini pada awal 2021. (ATN)

Tags: Industri PariwisataTunisia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.