• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Penerbangan Global Alami Kerugian hingga Rp2.867 Triliun

by Redaksi Asiatoday
October 6, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, BOSTON – Pandemi global Covid-19 berdampak besar terhadap industri penerbangan global.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebutkan kerugian yang diderita industry penerbangan menyentuh angka US$ 201 miliar atau setera Rp 2.867 trilliun). Kerugian tersebut melampaui hampir 9 tahun pendapatan kolektif industri.

IATA memproyeksi, kerugian maskapai penerbangan dari pandemi virus corona akan melampaui US$ 200 miliar karena pembatasan perjalanan membebani permintaan perusahaan dan jarak jauh hingga 2022.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Operator siap untuk membukukan defisit kolektif sebesar US$ 11,6 miliar (Rp 165 triliun) pada tahun depan,” jelas IATA pada Senin (4/10) di Boston, Amerika Serikat (AS) pada pertemuan tahunannya, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Badan perdagangan juga meningkatkan perkiraan kerugiannya untuk tahun ini, dan merevisi kekurangan untuk tahun 2020. Saat perjalanan domestik dan regional mulai pulih, hanya ada sedikit pemulihan di rute bisnis yang menjangkau dunia yang sangat penting bagi banyak operator.

AS siap untuk membuka perbatasannya untuk pengunjung trans-Atlantik bulan depan. Tetapi pasar jarak jauh lainnya tetap lesu, terutama yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika Utara.

“Besarnya krisis Covid-19 untuk maskapai penerbangan sangat besar,” kata Direktur Jenderal IATA Willie Walsh dalam pertemuan terbesar para CEO industri penerbangan dalam lebih dari dua tahun.

“Orang-orang tidak kehilangan keinginan mereka untuk bepergian seperti yang kita lihat dalam ketahanan pasar domestik yang solid. Tetapi mereka ditahan dari perjalanan internasional oleh pembatasan, ketidakpastian dan kompleksitas,” tambahnya.

Operator menghadapi tantangan tambahan dalam menanggapi tuntutan agar industri bergerak lebih cepat untuk menurunkan jejak karbonnya. Tekanan, yang dimulai sebelum pandemi, baru meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada Senin, IATA mempercepat tujuannya, menetapkan target untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.

Lalu lintas penumpang yakni jumlah orang yang terbang dikali jarak yang ditempuh, diperkirakan akan mencapai 40% dari tingkat pra-pandemi tahun ini, naik menjadi 61% pada 2022, ketika penghitungan pelancong seharusnya 3,4 miliar. Angka itu mirip dengan angka pelanggan untuk 2014, tetapi sekitar seperempat turun dari angka 2019.

Untuk membantu pemulihan, Walsh meminta pemerintah untuk menyederhanakan pembatasan perjalanan yang rumit dan memungkinkan pelancong yang divaksinasi untuk bergerak bebas antarnegara.

“Pembatasan perjalanan memberi waktu bagi pemerintah untuk merespons pada hari-hari awal pandemi. Hampir dua tahun kemudian, alasan itu tidak ada lagi,” katanya.

Kerugian tahun ini akan mencapai hampir US$ 52 miliar (Rp 741 triliun), prediksi IATA, lebih buruk dari perkiraan US$ 48 miliar (Rp 684 triliun) pada bulan April, setelah penerbangan tetap terbatas selama musim panas utara yang biasanya menguntungkan. Kerugian tahun 2020 direvisi menjadi sekitar US$ 138 miliar (Rp 1.969 triliun) dari US$ 126 miliar (Rp 1.797 triliun). (ATN)

Tags: IATAIndustri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.