• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Penerbangan Global Baru Pulih Total pada 2023

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Moody’s Investors Service memproyeksikan jumlah penumpang maskapai global tidak akan kembali ke level pra-Covid-19 setidaknya hingga 2023.

Permintaan maskapai global yang masih rendah tersebut akan berpengaruh terhadap pemulihan maskapai penerbangan dan bandara. Dalam analisis tersebut, produsen pesawat misalnya Boeing Co. and Airbus SE akan menjadi pihak terakhir yang bakal pulih saat industri perjalanan mulai stabil.

Laporan Moody’s Investors Service menguraikan, permintaan menurun lebih dari 90 persen akibat pandemi Covid-19 yang berimplikasi terhadap ekonomi global. Industri maskapai penerbangan berkontribusi mencapai 3 persen terhadap produk domestik bruto global pada tahun lalu.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Menurut Moody’s, kunci pemulihan sektor ini terletak pada penemuan vaksin untuk Covid-19. Sementara itu, pemerintah diperkirakan bakal terus memberikan dukungan stimulus bagi industri ini untuk bertahan hidup.

“Ketika vaksin kemungkinan tidak akan ada sebelum 2021, dan kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama hingga vaksin bisa mengatasi potensi mutasi virus, dukungan tambahan dari pemerintah masih dibutuhkan,” demikian laporan Moody’s dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/7/2020).

Laporan ini juga mengindikasikan adanya perubahan terhadap perjalanan jarak jauh. Hal in ditunjukkan dengan beberapa maskapai yang memperluas operasi point to point dan yang lainnya beralih ke penerbangan hub to hub, atau mengandalkan mitra kerja sama untuk menyelesaikan perjalanan. (ATN)

Tags: Industri PenerbanganMoody
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.