• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Penerbangan Global Diproyeksi Belum Pulih Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
March 1, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan global diproyeksi belum akan pulih pada tahun ini.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah merilis analisis baru yang menunjukkan bahwa industri penerbangan diperkirakan masih akan menunjukkan tren negatif sepanjang tahun 2021.

Menyitat Asian Aviation, Senin (1/3/2021), seperti dilaporkan Breaking Travel News, pada analisis sebelumnya November tahun lalu, disebutkan bahwa maskapai penerbangan akan menghasilkan pendapatan positif pada kuartal keempat 2021.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Namun, mengingat masih situasi pandemi Covid-19, maskapai diprediksi tidak akan meraih keuntungan signifikan hingga tahun 2022 mendatang.

IATA menyatakan, sudah bisa dipastikan bahwa pertengahan 2021 akan lebih buruk dari yang diantisipasi sebelumnya.

Penyebabnya, pemerintah berbagai negara telah memperketat pembatasan perjalanan sebagai bentuk antisipasi penyebaran varian baru Covid-19. Pemesanan berjangka untuk musim panas (Juli-Agustus) saat ini 78 persen di bawah level pada Februari 2019.

“Dengan langkah pemerintah yang memperketat pembatasan perbatasan, maka 2021 akan menjadi tahun yang jauh lebih sulit bagi dunia penerbangan dari perkiraan sebelumnya,” kata Direktur Umum IATA, Alexandre de Juniac.

“Bantuan darurat dari pemerintah sangat dibutuhkan. Industri penerbangan yang berfungsi akhirnya bisa memberi energi pada pemulihan ekonomi dari Covid-19. Tapi itu tidak akan terjadi jika ada kegagalan besar-besaran sebelum krisis berakhir,” sambungnya.

Beberapa perusahaan telah menyatakan keprihatinan tentang periode pemesanan tiket musim panas, waktu yang populer untuk industri penerbangan. Pemesanan tiket dinilai ‘masih lemah’, saat ini rata-rata pesanan hanya sekitar tujuh persen dari tingkat penjualan pra-pandemi.

“Jika pemerintah tidak dapat membuka perbatasan mereka, kami akan membutuhkan mereka untuk membuka dompet mereka dengan bantuan finansial untuk menjaga kelangsungan penerbangan,” lanjut Juniac.

IATA, yang mewakili 290 anggota, telah mendesak pemerintah tiap negara untuk memberikan dukungan finansial lebih lanjut untuk mencegah krisis di industri perjalanan dan penerbangan semakin parah. (ATN)

Tags: IATAIndustri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.