• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Property Indonesia Lesu, Pengembang Koreksi Target

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Industri Property Indonesia Lesu, Pengembang Koreksi Target

Perumahan Alam Sutera. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Iklim industri property di Indonesia belum stabil bahkan cenderung masih lesu. Para pengembang pun harus merevisi target penjualan untuk menjaga keseimbang bisnis.

Salah satu pengembang di Indonesia yang merasakan lesunya industri property, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Perusahaan terpaksa harus mengoreksi target penjualan tahun ini menjadi sebesar Rp4 triliun. Angka ini turun Rp300 miliar dari yang sudah ditargetkan oleh perseroan.

Direktur Utama ASRI Joseph Sanusi Tjong mengatakan, pihaknya harus melakukan koreksi pada penjualan dikarenakan kondisi properti yang masih lesu

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Tahun ini very challenging ya,” ujarnya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Menurut Joseph, pihaknya belum bisa mematok target marketing sales yang hendak dicapai karena pihaknya masih melihat perkembangan kondisi pasar pasca-Pemilu 2019.

Joseph berharap, kondisi politik yang relatif stabil dapat berimplikasi positif terhadap sektor properti. Apalagi, pemerintah baru saja mengeluarkan aturan relaksasi properti mewah.

“Kita lihat nanti mendekati akhir tahun baru kita putuskan bagaimana. Karena pasar ini berubahnya cepet. Kalau pasar optimis kita akan set target yang lebih tinggi. Kalau pasar tidak optimis kita akan lebih lambat,” jelasnya.

Sebagai informasi, hingga paruh pertama 2019, perseroan baru berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,283 triliun. Capaian ini jauh di bawah capaian periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,196 triliun.

Penjualan tanah kavling dan rumah memberikan kontribusi terbesar yakni 74% dari total pendapatan atau sekitar Rp944,1 miliar.

Sementara dari sisi pendapatan berulang pertumbuhannya relatif stabil yakni menjadi Rp240,3 miliar pada semester pertama tahun ini dibandingkan Rp197,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan berulang ini berasal dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 124% menjadi Rp74,9 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 33,4 miliar. Kenaikan ini didorong rampungnya monumen GWK pada Agustus 2018 lalu. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Alam SuteraIndustri PropertyProperti AsiaPropertyTrump Residence
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.