• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Infeksi Covid-19 Filipina Tertinggi di Asia Tenggara, Lockdown Kota Manila Diperpanjang

by Redaksi Asiatoday
September 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Infeksi Covid-19 Filipina Tertinggi di Asia Tenggara, Lockdown Kota Manila Diperpanjang

Kota Manila, Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) ibu kota Manila terhitung mulai Selasa (1/9/2020) hari ini hingga 30 September mendatang.

Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran wabah Covid-19 di negeri itu.

Duterte mengumumkan keputusan perpanjangan lockdown ini pada tengah malam tadi melalui pidato di televisi, usai Menteri Kesehatan Francisco Duque melaporkan lonjakan 3.446 kasus baru Covid-19 dengan tambahan 38 kematian.

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Dengan tambahan kasus itu, maka total infeksi Covid-19 di Filipina mencapai 220.819 dengan 3.558 kematian.

Menurut Duque, kasus infeksi harian Covid-19 di Manila dan wilayah lainnya di Filipina masih relatif tinggi. Saat ini, Filipina masih menjadi negara dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.

Sementara itu, mantan panglima militer Carlito Galvez yang kini menjadi Ketua Gugus Tugas Nasional Covid-19 Filipina, mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha keras meningkatkan kapasitas rumah sakit, termasuk jumlah ranjang.

“Kita perlu memperkuat fasilitas perawatan, terutama unit perawatan intensif (ICU). Ini merupakan persiapan jika ada lonjakan kasus saat kita mulai membuka kembali perekonomian negara,” ujar Galvez saat rapat gugus tugas dengan presiden, dilansir CNA.

Manila sempat melonggarkan lockdown pada 19 Agustus lalu untuk menggenjot perekonomian. Namun langkah tersebut justru memicu lonjakan jumlah infeksi Covid-19.

Filipina juga jatuh ke dalam resesi untuk kali pertama sejak 29 tahun lalu, dengan catatan terburuk di kuartal kedua tahun ini.

Sebelumnya, juru bicara presiden, Harry Roque, meminta warga untuk mematuhi protokol kesehatan demi membiasakan diri hidup berdampingan dengan Covid-19. Protokol kesehatan itu meliputi mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak sosial (social distancing), dan lainnya.

Ia mengimbau agar anak-anak, orang lanjut usia, dan perempuan hamil untuk sebisa mungkin berada di rumah selama kondisi belum kondusif. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19FilipinaManila
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.