• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris dan Kanada Jatuhkan Sanksi kepada Para Jenderal Myanmar

by Redaksi Asiatoday
February 19, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris dan Kanada Jatuhkan Sanksi kepada Para Jenderal Myanmar

Militer membubarkan aksi demonstrasi rakyat sipil yang menentang kudeta di Myanmar. Foto: canindianews

ASIATODAY.ID, LONDON – Setelah Amerika Serikat (AS), giliran Inggris dan  Kanada menjatuhkan sanksi terhadap para jenderal di Myanmar, pada Kamis (18/2/2021).

Sanksi didasarkan atas pelanggaran hak asasi manusia setelah kudeta militer di negara Asia Tenggara itu.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan akan menjatuhkan sanksi pada tiga pejabat junta, termasuk menteri pertahanan dan menteri dalam negeri, dan telah memulai peninjauan untuk menghentikan bisnis Inggris dengan rezim tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Inggris mengutuk kudeta militer dan penahanan sewenang-wenang terhadap Aung San Suu Kyi dan tokoh politik lainnya,” kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Jumat (19/2/2021).

“Kami bersama sekutu internasional akan meminta pertanggungjawaban militer Myanmar atas pelanggaran hak asasi manusia mereka dan mengejar keadilan bagi rakyat Myanmar,” tambahnya.

Amerika Serikat telah memberikan sanksi kepada para pemimpin Myanmar setelah kudeta 1 Februari. Menteri Luar Negeri Kanada Marc Garneau juga mengumumkan daftar sanksi yang lebih luas yang memengaruhi sembilan pejabat di Myanmar.

“Sanksi yang diumumkan merupakan bagian dari tanggapan bersama untuk mengirimkan pesan yang jelas bahwa Kanada tidak akan menerima tindakan militer Myanmar dan pengabaian sepenuhnya atas keinginan serta hak demokrasi rakyat Myanmar,” tegasnya.

Kudeta tersebut mengakhiri satu dekade transisi dari pemerintahan militer langsung di Myanmar dan menyebabkan penangkapan Suu Kyi dan para pemimpin lainnya yang terpilih secara demokratis.

Para jenderal membenarkan perebutan kekuasaan dengan menuduh kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Partai yang dipimpin Aung San Suu Kyi menang secara telak.

Sanksi Inggris diberikan kepada Menteri Pertahanan Jenderal Mya Tun Oo, Menteri Dalam Negeri Letnan Jenderal Soe Htut dan Wakil Menteri Dalam negeri, Letnan Jenderal Than Hlaing.

Pemerintah menunjuk pada peran yang dimainkan para menteri dalam mengarahkan dinas keamanan karena melarang mereka bepergian ke Inggris dan membekukan aset apa pun yang mungkin mereka miliki di Negeri Ratu Elizabeth.

Namun kelompok aktivis Burma Campaign yang berbasis di Inggris mengatakan sanksi itu terbatas pada perjalanan liburan.

“Para pemimpin militer ini tidak akan memiliki aset di Inggris untuk dibekukan, jadi hasil praktis dari jenis sanksi ini adalah bahwa mereka tidak dapat mengambil liburan di Inggris,” ucap Direktur Burma Campaign, Mark Farmaner.

Para menteri luar negeri dari kelompok negara kaya G7 mengatakan dalam pernyataan bersama awal pekan ini bahwa mereka “sangat prihatin” dengan kudeta di Myanmar.

Sementara hingga saat ini rakyat Myanmar tetap turun ke jalan menentang kudeta itu. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.