• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Inggris Perluas Akses Ekonomi Digital di Indonesia

Luncurkan program ESSENCE sasar perempuan, remaja, penyandang disabilitas, dan komunitas rentan lainnya

by Redaksi Asiatoday
November 26, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris Perluas Akses Ekonomi Digital di Indonesia

Kedubes Inggris luncurkan program ESSENCE. Dok Kedubes Inggris

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Inggris terus memperluas program ekonomi digital di Indonesia.

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkan sebuah program bertajuk ESSENCE, yang bertujuan untuk memperluas akses ekonomi digital bagi perempuan, remaja, penyandang disabilitas, dan komunitas rentan lainnya. Program ini menjadi bagian dari UK-Indonesia Tech Hub.

Kedubes Inggris menilai salah satu tantangan dalam ekonomi digital adalah lebih sulitnya perempuan, anak muda, dan komunitas marginal seperti penyandang disabilitas, untuk masuk ekosistem digital. Tantangan lainnya adalah meski dunia digital Indonesia sudah semakin pesat, namun hal itu masih terpusat di Jawa dan Jakarta.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengatakan bisnis saat ini haruslah menyesuaikan dengan New Normal.

“Memberdayakan komunitas terpencil, perempuan dan kelompok terpinggirkan untuk berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan. Tetapi salah satu langkah terbaik yang dapat diambil untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi semua,” kata Jenkins melalui siaran persnya, Jumat (26/11/2021).

Inggris bermitra dengan Archipelagic & Island States Forum dan United Nations Development Program (UNDP) untuk menyampaikan program melalui KUMPUL – pembangun ekosistem startup Indonesia, dan Yayasan Semesta Nusantara.

Inggris mendanai pekerjaan untuk program pengembangan kapasitas hybrid yang disebut ESSENCE, bagi lebih dari seribu penerima manfaat untuk mendukung UMKM mereka di wilayah pesisir Indonesia dengan pelatihan pengembangan bisnis.

Program ESSENCE juga bertujuan untuk membantu perempuan, anak muda, penyandang disabilitas terpinggirkan dan pemilik UMKM rentan lain di Indonesia Tengah dan Timur, untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan digital mereka melalui inovasi digital.

Program ini dijanjikan akan menguntungkan mereka secara pribadi, dengan mendorong untuk mentransformasikan bisnisnya secara digital.

“Agar tumbuh, dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan seperti bisnis ini tumbuh dan menciptakan kekayaan, kesejahteraan, dan perdagangan,” tulis Kedubes.

Lebih dari seribu orang dari Manado, Palu, Bali, Mandalika, Lombok, Pulau Timor, Sumba, Kupang, Ambon dan Papua dipilih untuk ikut program pelatihan daring selama empat minggu mengenai literasi digital, keterampilan bisnis dan kewirausahaan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan secara offline di Kupang, Lombok atau Manado.

Norimasa Shihomura, Representatif Residen UNDP mengatakan bahwa program ini mampu mendukung UMKM yang terpinggirkan di wilayah pesisir Indonesia, untuk lebih cerdas digital.

“Kita juga memiliki peluang besar untuk mengubah jalur pemulihan kita menjadi model bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Shihomura.

Sementara, Direktur Eksekutif  Kumpul Faye Scarlet Alund mengatakan, tantangan utama bagi pengusaha di Indonesia, terutama perempuan dan penyandang disabilitas adalah akses.

“Akses untuk bergabung dengan program yang mendukung, pengembangan kapasitas, jaringan, dan ekosistem. Keterbatasan akses diperburuk oleh tantangan geografis. Terutama yang berada di Indonesia bagian tengah dan timur,” kata Faye.

Untuk itu, program ini diharapkan bisa membuktikan bahwa perempuan pengusaha dan penyandang disabilitas, bisa memaksimalkan keterampilan dan pengetahuannya dengan akses dan pendampingan yang tepat. (ATN)

Tags: Ekonomi DigitalKerjasama Indonesia-InggrisUK-Indonesia Tech Hub
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.