• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ini Ternyata Alasan Presiden Jokowi ‘Impor’ CEO dan Rektor Asing

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ini Ternyata Alasan Presiden Jokowi 'Impor' CEO dan Rektor Asing 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ternyata alasan Presiden Jokowi mewacanakan menyewa secara khusus rektor perguruan tinggi pelat merah dan juga pengendali operasional perusahaan (CEO) asing sangat sederhana. Biar masyarakat Indonesia terpacu dan bersaing.

“Bukan karena orang Indonesia tidak mampu jadi CEO, bukan karena orang Indonesia tidak mampu menjadi rektor. Tetapi, kalau ada orang asing kita menjadi terpacu. Pak  gue juga bisa,” kata kata Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono saat menjadi pembicara kunci pada acara “Dengar Yang Muda Seri XVI: #dibuang sayang”, di Rumah Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (14/8/2019).

Menurut Diaz, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi pernah bercerita mengenai perkembangan di Dubai, Uni Emirat Arab. Pada tahun 1960, warga Dubai yang ke Abu Dhabi harus naik onta, orang Indonesia sudah naik mobil Holden.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Selanjutnya, pada 1970, warga Dubai sudah naik truk, kita naik Kijang. Sekarang, lanjut Diaz, warga Dubai yang ke Abu Dhabi naik kendaraan macam-macam, kita masih naik Kuda.

Nah pada waktu ditanya Presiden, menurut Diaz, Emir Dubai menjawab karena mereka meng-hire orang asing, CEO asing untuk menjalankan tugas-tugas seperti memimpin BUMN.

“Itu untuk membangkitkan semangat bersaing,” ujarnya.

Waktu  bertukar pikiran dengan Presiden, Diaz mendapatkan penegasan, bahwa keinginan pemerintah itu bukan karena  orang Indonesia itu tidak mampu jadi CEO, bukan karena orang Indonesia tidak mampu menjadi rektor.

“Tetapi kalau ada orang asing kita menjadi terpacu,” tegas Diaz.

,’;\;\’\’
Tags: CEO AsingPresiden JokowiRektor Asing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.