• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Capai Rp99,16 Triliun, Industri Otomotif Jadi Pilar Ekonomi Indonesia

by Redaksi Asiatoday
February 20, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sambut Industri Otomotif ‘Hijau’, Indonesia Akan Gelar IEMS 2019

Indonesian Production Electric Car. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri otomotif masih menjadi pilar utama yang menopang ekonomi Indonesia.

Kementerian Perindustrian mencatat, industri otomotif berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang nilai investasi sebesar Rp99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan saat ini terdapat 22 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia dengan menyerap sebanyak 38,39 ribu orang tenaga kerja langsung.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sementara itu, potensi industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga mencapai 26 perusahaan. Total nilai investasi yang telah digelontorkan sebesar Rp10,05 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai 9,53 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja hingga 32 ribu orang.

“Bahkan, dari sektor otomotif ini memberikan dampak luas kepada lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” kata Agus di Jakarta, melalui keterangan tertulisnya diterima Sabtu (20/2/2021).

Dikatakan, industri otomotif juga memiliki peran penting dan strategis sehingga dimasukkan ke dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Selain itu, produk kendaraan bermotor produksi dalam negerimampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia.

Pada 2020, ekspor kendaraan completely built up (CBU) sebanyak 232,17 ribu unit dengan nilai Rp41,73 triliun. Sedangkan, pengapalan untuk kendaraan completely knock down (CKD) sebanyak 53,03 ribu set atau senilai Rp1,23 triliun, dan komponen sebanyak 61,2 juta pieces atau senilai Rp17,52 triliun.

“Seiring program Making Indonesia 4.0, sektor industri kendaraan bermotor nasional ditargetkan akan menjadi pemain global,” ujar Agus.

Di sisi lain, Indonesia akan menjadi ekspor hub kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau internal combustion engine  (ICE) maupun kendaraan listrik atau  electric vehicle (EV).

Insentif

Politikus Golkar ini menyebut pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan atau stimulus untuk sektor ini. Misalnya, insentif penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan CC di bawah 1.500, yaitu untuk kategori sedan dan 4×2.

“Langkah ini dilakukan karena pemerintah ingin meningkatkan kembali pertumbuhan industri otomotif, sehingga tetap menjadi sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” jelasnya.

Pemberian insentif PPnBM tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, dengan masing-masing tahapan akan berlangsung selama tiga bulan. Insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama. Lalu diikuti PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25 persen dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

Ia pun optimistis kebijakan strategis tersebut dapat mengakselerasi pemulihan industri nasional dan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

“Besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan. Kebijakan ini diyakini akan mendorong demand side dari industri otomotif,” tandasnya. (AT Network)

Tags: Asia OtomotifIndustri OtomotifOtomotif Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.