ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang semester I 2019 menyentuh angka Rp395,6 triliun. Realisasi ini tumbuh 9,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp361,6 triliun.
Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, secara persentase, peningkatan investasi kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 lalu yang hanya bertumbuh 7,4 persen. Dari sisi porsi realisasi, jumlah pencapaian investasi semester I 2019 ini setara dengan 49,9 persen dari target sepanjang tahun ini yang mencapai Rp792 triliun.
Dikatakan, aliran investasi mulai kembali deras ke Indonesia pasca pemilihan umum (Pemilu) pada April 2019 lalu. Secara historis, jumlah investasi akan meningkat usai pesta demokrasi.
“Kalau dilihat data 15 tahun terakhir, setiap tahun pemilu investasi pasti melambat, tapi setelah Pemilu investasi pasti naik,” terangnya, di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Berdasarkan data BKPM, jumlah aliran dana asing ke dalam negeri hingga Juli 2019 sebesar Rp150 triliun.
“Sebagian juga ada Penanaman Modal Asing (PMA) , berupa investasi langsung. Tapi juga beberapa ke obligasi, pasar saham, dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani merinci Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Januari sampai Juni 2019 meningkat 16,4 persen menjadi Rp182,8 triliun, dan PMA Rp212,8 triliun atau naik 4 persen.
Dari sektornya, paling banyak masih infrastruktur, seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik, dan konstruksi. Mayoritas investasi PMDN masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni Rp218,1 triliun atau naik 5,8 persen dari posisi sebelumnya Rp206,2 triliun. Sisanya, investasi di luar Pulau Jawa meningkat 14,2 persen menjadi Rp177,5 triliun dari sebelumnya Rp155,4 triliun.
“Realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat, ini cukup menggembirakan. Semoga ini terus dikembangkan,” ujarnya.
Untuk porsi investasi asing tidak berubah hampir sama dengan periode sebelumnya. Singapura masih menjadi negara penyumbang investasi terbesar dengan nilai US$3,4 miliar, Disusul Jepang US$2,4 miliar, China Rp2,3 miliar, Hong Kong US$1,3 miliar, dan Malaysia US$1 miliar. (AT Network)
,’;\;\’\’
