• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp120,2 Triliun, Kolaborasi Hyundai-SK Innovation Amankan Pasokan Baterai 5 Tahun

by Redaksi Asiatoday
December 27, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD1 Miliar, Hyundai Segera Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

Produsen otomotif, Hyundai. Ist

ASIATODAY.ID, SEOUL – Produsen otmotif dunia yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), Hyundai Group kian mantap menyambut era industri mobil listrik.

Berkolaborasi dengan SK Innovation,
Hyundai Motor Corp, yang membawahi merek Hyundai, Kia, serta Genesis, telah memutuskan untuk mengamankan pasokan baterai mobil listrik hingga lima tahun ke depan.

Menurut Koran Bisnis Maeil, yang dikutip dari Reuters, Jumat (27/12/2019), menyebutkan kesepakatan investasi itu memiliki nilai lebih dari KRW10 triliun atau sekitar Rp120,2 triliun.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Langkah strategis ini diambil grup otomotif asal Korea Selatan yang berencana untuk menghadirkan lebih banyak lagi mobil listrik. Pada bulan Oktober yang lalu, Hyundai bahkan menjanjikan akan meluncurkan 16 model mobil listrik hingga 2025.

Bertambahnya lini mobil listrik ini juga ditujukan untuk meningkatkan penjualan mobil listrik mereka mencapai 560 ribu unit. Nilai itu sama dengan setara dengan lebih dari 10 persen penjualan global yang diproyeksikan tahun ini.

Jika dikaitkan dengan industri otomotif di tanah air, Hyundai juga berencana untuk memproduksi mobil listrik di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan itu akan segera membangun pabrik di Indonesia dalam waktu dekat ini.

Strategi serupa sudah dilakukan oleh Toyota dengan mengumumkan kerja sama bersama Panasonic untuk pengembang mobil listrik. Nantinya baterai ini akan digunakan oleh Toyota untuk mobil-mobil listrik mereka di masa mendatang.

Selain itu, Volkswagen Group akhirnya menandatangani memorandum of understanding (MoU) suplai cell baterai jangka panjang dengan Ganfeng Lithium. Nantinya produsen baterai asal Tiongkok ini akan memasok cell baterai lithium ke Volkswagen Group selama 10 tahun ke depan. Hal ini dirasa cukup bagi grup otomotif asal Jerman tersebut untuk mengamankan kebutuhan baterai mereka. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: HyundaiIndustri BateraiIndustri Mobil ListrikSK InnovationToyotaVolkswagen
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.