• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp4,3 Triliun, Hyundai Bangun Pusat Inovasi Kendaraan Listrik di Singapura

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hyundai Dukung Penuh Tes Cepat Drive-Thru Covid-19 di Jawa Barat

Perusahaan Hyundai. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hyundai Motor Group akan menginvestasikan USD294 juta atau sekitar Rp4,3 triliun di pusat inovasi kendaraan listrik di Singapura.

Investasi ini akan menopang Singapura menjadi hub penjualan kendaraan listrik di Indonesia, setelah Tesla berkomitmen untuk membangun dealer di negeri itu.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengungkapkan, investasi itu dapat memproduksi hingga 30.000 kendaraan setahun pada 2025.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Kegiatan otomotif menjadi layak di Singapura sekali lagi. Kendaraan listrik memiliki rantai pasokan yang berbeda, suku cadang mekanis yang lebih sedikit, dan lebih banyak barang elektronik yang memperkuat kekuatan Singapura,” kata Lee dalam pidatonya kemarin, dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/10/2020).

Gedung tujuh lantai yang diharapkan akan selesai pada akhir 2022, adalah tempat Hyundai akan bekerja untuk mengembangkan kecerdasan buatan, big data, dan teknologi lain untuk meningkatkan proses manufakturnya untuk pabrik ramah lingkungan masa depan. Pusat inovasi ini juga akan memiliki jalur mengemudi sepanjang 620 meter di dekat atapnya sehingga pelanggan dapat menguji kendaraan.

Wakil Ketua Eksekutif Hyundai Euisun Chung mengatakan, perusahaannya akan menanamkan nilai-nilai yang berpusat pada manusia di semua tahap, mulai dari pemesanan dan produksi hingga test drive dan servis.

Pusat inovasi ini juga akan menampung fasilitas produksi kendaraan listrik (EV) skala kecil untuk menguji proses menggunakan AI dan mengemudi otonom. Salah satu perusahaan EV, Kona, telah ditarik kembali di Korea Selatan setelah beberapa laporan kebakaran baterai.

“Kami berharap ini akan membuka area pertumbuhan baru bagi ekonomi kami, dan menciptakan pekerjaan yang menarik bagi warga Singapura, misalnya teknisi industri Internet of Things, ilmuwan data, teknisi cobot, dan ahli strategi rantai pasokan digital,” kata Lee.

Lee juga mengatakan pusat itu menandai tonggak penting dalam hubungan ekonomi antara Singapura dan Korea Selatan, serta membuka jalan bagi lebih banyak perusahaan Negeri Ginseng untuk berinvestasi di negara kota dan bermitra dengan pemasok lokal.

Singapura tidak memiliki pabrik pembuatan mobil sejak Ford Motor Co. menutup pabriknya beberapa dekade lalu, yang secara efektif menghentikan produksi mobil di pulau itu.

Pada Oktober tahun lalu, pembuat penyedot debu Dyson Ltd. membatalkan rencana senilai USD2,5 miliar untuk membuat mobil listrik di negara kota itu karena tidak dapat menemukan cara untuk membuat proyek tersebut layak secara komersial.

Sedangkan Tesla Inc., pembuat EV terbesar di dunia, berencana mengekspor mobil Model 3 buatan China ke Singapura dan tempat lain di Asia dan Eropa dari pabriknya di Shanghai.

Sebagai catatan, Hyundai juga akan membangun pabrik di Indonesia berkapasitas terpasang 200.000 unit per tahun. Proyek ini digadang-gadang bernilai hingga USD1,55 miliar atau sekitar Rp22,7 triliun. Hyundai menargetkan pabrik ini akan berjalan efektif pada 2021. 

Dengan kapasitas penuh, pabrik Hyundai ini akan dapat memproduksi sekitar 250 ribu kendaraan setiap tahunnya. (ATN)

Tags: HyundaiIndustri Mobil ListrikMobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.