• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp80 Triliun, Pabrik Polyethylene PT Chandra Asri Mulai Operasi

by Redaksi Asiatoday
December 6, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp80 Triliun, Pabrik Polyethylene PT Chandra Asri Mulai Operasi

ASIATODAY.ID, BANTEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya atas langkah PT Chandra Asri yang melakukan investasi senilai Rp60-80 triliun untuk membangun petrokimia. Jokowi berharap dengan investasi itu nantinya impor bahan-bahan petrokimia bisa dihentikan dan Indonesia bisa mengekspornya.

“Feeling saya mengatakan, 4 tahun lagi kita, 3 atau 4 tahun lagi kita sudah tidak mengimpor lagi yang namanya bahan-bahan petrokimia dan justru bisa kita ekspor,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan beroperasinya pabrik polyethylene baru milik PT Chandra Asri Petrochemical, di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

Menurut Presiden, ekspor bahan kimia mencapai Rp124 triliun, sementara impor bahan kimia saat ini 317 triliun.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Jadi defisitnya Rp193 triliun, itu gede sekali” ujarnya menyitat keterangan tertulis setkab.

Karena itu, Presiden berharap nanti dengan investasi yang berikutnya dari Chandra Asri sudah bisa menyelesaikan defisit ini. “Ini yang kita harapkan,” tegasnya.

Begitu juga dengan kebutuhan domestik polyethylene yang mencapai 2,3 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi nasional baru 780.000 ton. Artinya, lanjut Presiden, Indonesia masih impor 1,52 juta ton.

“Jangan berikan peluang-peluang seperti ini ke negara lain. Kalau kita bisa membuat sendiri kenapa kita harus impor. Segera selesaikan pabriknya, kalau bisa jangan sampai 4 tahun, 2 tahun selesai gitu. Dikebut,” pinta Presiden Jokowi kepada Chairman PT Chandra Asri Prajogo Pangestu yang hadir dalam kesempatan itu.

Presiden menilai pembangunan pabrik petrokimia dan polyethylene miliki PT Chandra Asri Petrochemical itu merupakan langkah konkret yang diperlukan oleh negara, bukan wacana-wacana.

“Ini kita masih defisit segitu gedenya. Jadi kalau datang ke saya itu betul-betul, saya akan datang kalau pabriknya sudah jadi dan beroperasi. Itu baru benar, saya datang. Kalau groundbreaking saya sudah enggak mau suruh groundbreaking,” jelas Presiden seraya mengemukakan, dirinya pernah meletakkan batu pertama, dimulai pembangunan pabrik, namun ditunggu 5 tahun tidak pernah diundang untuk pembukaan, ternyata diteruskan saja tidak.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan rasa senangnya karena setiap penanaman modal itu pasti menyerap ratusan, ribuan tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari daerah.

“Inilah pentingnya kenapa saya selalu menyampaikan penanaman modal, penanaman modal, penanaman modal, investasi, investasi, investasi. Larinya ke mana sih? Pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya, yang akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi, tidak hanya di Cilegon dan di Banten saja tetapi juga di perekonomian nasional,” tutur Presiden Jokowi.

Pabrik baru polyethylene miliki PT Chandra Asri Petrochemical itu akan menambah kapasitas produksi sebesar 400 ribu ton per tahun, sehingga menjadikan total kapasitas sebesar 736 ribu ton per tahun. Selain itu, Chandra Asri juga fokus mengembangkan kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp60-80 triliun. Pembangunan ini diharapkan selesai pada 2024.

Hadir dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara, jajaran pimpinan Chandra Asri, dan Gubernur Banten Wahidin Halim. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Industri PetrokimiaPolyethylenePresiden JokowiPT Chandra Asri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.