ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setelah resmi terbentuk, Indonesia Battery Corporation (IBC) akan mulai fokus mengembangkan tambang dan smelter pada tahap pertama.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir mengatakan, holding itu akan mengucurkan investasi senilai USD17 miliar untuk membangun ekosistem bisnis baterai mulai dari hulu hingga ke hilir. Investasi itu nantinya akan dikucurkan secara bertahap.
“Total investasinya USD17 miliar. Tahap pertama investasinya fokus di pertambangan dan smelter setelah itu masuk ke katoda dan prekursornya,” kata Erick dikutip siaran pers Senin (29/3/2021).
Menurut Erick, nantinya investasi itu akan dikucurkan oleh mitra-mitra yang akan digandeng oleh Indonesia Battery Corporation
Saat ini sudah ada 2 nama perusahaan global yang akan menjadi mitra yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd dari Korea Selatan.
Dikatakan, CATL akan berinvestasi sekitar USD5 miliar lebih dan LG Chem akan berinvestasi senilai USD13-USD17 miliar pada proyek baterai.
“Saat ini baru dua mitra yang sudah digandeng, namun tidak tertutup kemungkinan untuk menggandeng mitra lain,” jelasnya.
Erick mengungkapkan, ia bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut berserta Menteri Perdagangan M Lutfhi akan bertolak ke Amerika Serikat dan Jepang pada April mendatang guna mencari mitra baru.
“Jangan karena IBC ini kita monopolli partner satu dua aja. Tapi kita harus gandeng partner multi pihak, tapi harus terkonsolidasi. Kalau tidak, hilirisasinya tidak jalan dengan baik,” imbuhnya. (ATN)
