• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investor Global Ragu dengan Iklim Investasi di Indonesia Pasca Jokowi

by Redaksi Asiatoday
May 16, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WEF 2022, Indonesia Protes Regulasi Global Terkait Perdagangan Karbon

Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Dok BKPM

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kalangan investor global meragukan stabilitas iklim investasi di Indonesia pasca kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, kalangan investor menginginkan agar penerus kepemimpinan Jokowi bisa memiliki kebijakan yang sama dalam menangani investasi yang mau masuk ke Indonesia.

Presiden Jokowi sendiri dipandang sebagai pemimpin yang `ramah` dengan para investor. Hal itu, disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

“Kalau ditanya ada keraguan nggak? Jujur aja mereka pengusaha-pengusaha ini nanya ke saya, kira-kira Presiden besok masih sama seperti pak Jokowi nggak? Itu nanya. Jujur aja. Tapi bukan Pak Jokowinya, tapi caranya dia meng-handle investasinya, apa masih sama dengan pak Jokowi nggak,” ungkap Bahlil di Jakarta, Senin (15/5/2023).

Bahlil mengungkapkan, dirinya sering mendapat pertanyaan dari pengusaha ataupun investor soal figur Presiden Indonesia, setelah Joko Widodo (Jokowi). Dia pun sempat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan mengutip hasil survey publik versi Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang menyebut kepuasan publik terhadap Jokowi sangat tinggi di angka 82%.

Lebih lanjut Bahlil menyebutkan masyarakat sendiri dalam survey itu setuju apabila program Jokowi yang selama ini dilakukan di Indonesia harus diteruskan oleh pemimpin setelah Jokowi.

“Dalam survey LSI juga ditanyakan apakah publik setuju, bapak ibu setuju untuk melanjutkan program Pak Jokowi? 65% menyatakan setuju. Itu versi LSI jadi bukan versi Bahlil,” paparnya.

Beranjak dari hasil survey itu, mantan Ketua Umum HIPMI ini mengambil kesimpulan, pemimpin yang dapat meneruskan kepemimpinan dan progran Jokowi pada saat menjabat akan menang dalam proses Pemilu 2024.

“Dengan demikian maka publik masih meyakini bahwa model seperti ini (seperti Jokowi) yang akan bisa memenangkan proses election ke depan. Siapa orangnya? Ya carilah menurut teman-teman melihat yang programnya bagus, yang mayoritas publik menginginkan,” ungkap Bahlil. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Investasi di Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.