ASIATODAY.ID, TEHERAN – Otoritas Iran menutup kunjungan wisatawan global dari 32 negara guna membendung penyebaran Covid-19.
Iran mencatat lebih dari 60.000 kasus kematian terkait Covid-19, tonggak sejarah suram terbaru untuk negara yang paling terpukul pandemi di Timur Tengah.
Seperti dilaporkan AP, pemerintah pada Minggu (28/2) melarang pelancong yang masuk dari daftar 32 negara, termasuk Inggris dan negara bagian lain di Afrika dan Amerika Latin, karena kekhawatiran varian baru Covid-19.
Kementerian Kesehatan melaporkan 93 kasus kematian baru akibat Covid-19 pada Minggu (28/2) dan lebih dari 8.000 kasus infeksi baru, mendorong jumlah infeksi lebih dari 1,63 juta orang.
Selama setahun, Iran telah berjuang dengan lonjakan yang kadang-kadang membebani sistem kesehatannya. Pasalnya, pihak berwenang menolak karantina total untuk menyelamatkan ekonomi yang lumpuh akibat sanksi Amerika Serikat (AS).
Pemberian vaksin Iran baru-baru ini sedang berlangsung, dengan vaksin Sputnik V buatan Rusia diberikan kepada petugas kesehatan bulan ini. Sebanyak 250.000 dosis tambahan vaksin Sinopharm yang didukung negara China tiba di Iran saat akhir pekan.
Setelah lebih dari setahun pandemi, kematian akibat Covid-19 baru-baru ini menurun di Iran karena pembatasan pergerakan di ibu kota telah diberlakukan, termasuk larangan perjalanan antar kota, mandat masker, dan penutupan sekolah. (ATN)
