• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

JACCS, Perusahaan Multifinance dari Jepang Ekspansi di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
JACCS, Perusahaan Multifinance dari Jepang Ekspansi di Indonesia

Pembiayaan kredit mobil, menjadi salah satu lini bisnis JACCS MPM Finance Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan asal Jepang, JACCS Co., Ltd. (JACCS) memperkuat ekspansinya di Indonesia melalui PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance Indonesia (JACCS MPM Finance Indonesia).

Langkah terbarunya, JACCS MPM Finance Indonesia memperbarui identitasnya dengan melakukan perubahan logo perusahaan atau rebranding.

Perubahan identitas ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pergantian nama resmi perusahaan, sebelumnya yaitu PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMFinance), yang dilakukan pada tahun 2019 lalu dan telah disetujui oleh OJK melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-811/NB.11/2019.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Adapun perubahan identitas ini dilakukan seiring dengan divestasi saham yang dilakukan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (“MPMX”) kepada JACCS pada tahun 2017 dan sejak saat itu JACCS menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 60 persen dan MPMX memegang sebanyak 40 persen saham perusahaan.

Business Development Director, Kazuaki Yamazaki mengungkapkan, perubahan identitas ini sebagai simbol semangat baru JACCS MPM Finance Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme yang lebih tinggi dan menjadikan JACCS MPM Finance Indonesia menjadi sebuah perusahaan yang lebih baik sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi para pemangku kepentingan.

“Dengan logo baru ini kami ingin memberikan look & feel serta user experience baru kepada konsumen dan memaksimalkan pelayanan kami dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan bagi masyarakat sehingga dengan demikian membantu JACCS MPM Finance Indonesia untuk bertumbuh dan berkembang lebih pesat lagi,” terang dia, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/1/2021).

JACCS MPM Finance Indonesia saat ini memiliki 94 kantor cabang dan 6 kantor pemasaran yang tersebar di wilayah Sumatera, Jabodetabek, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, serta wilayah Sulawesi.

Adapun bisnis perusahaan berfokus pada penyediaan produk pembiayaan seperti kredit kepemilikan kendaraan roda dua dan roda empat, pembiayaan multiproduk (keperluan rumah tangga dan elektronik), dan pembiayaan untuk pengadaan alat berat untuk memenuhi kebutuhan modal industri.

Pasar Multifinance

MarkPlus Inc. menyatakan hasil dari survey yang dilakukannya menunjukan ketertarikan publik terhadap produk pembiayaan multifinance (perusahaan pembiayaan) cukup tinggi di masa pandemi Covid-19.

Survey tersebut dilakukannya terhadap 91 responden di seluruh Indonesia yang mayoritas aktif menggunakan produk multifinance, 13 persen diantaranya menggunakan produk pembiayaan sebelum adanya Covid-19, dan 39 persen ketika pandemi, dan 48 persen masih memiliki intensi untuk melakukan pengajuan pinjaman produk multifinance.

“Produk yang digunakan responden didominasi oleh dana tunai sebesar 47,3 persen, leasing kendaraan bermotor sebanyak 31,9 persen, dan juga pembiayaan produk-produk rumah tangga,” ujar Senior Associate MarkPlus, Inc. Irfan Setiawan, dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor multifinance, Selasa (16/6/2020).

Irfan mengatakn dalam mencari informasi mengenai produk multifinance, online dan offline channel menjadi pilihan masyarakat sebesar  25 persen responden memanfaatkan fitur online chat, serta mengunduh aplikasi multifinance melalui smartphone.

Sedangkan  36,4 persen memilih menelusuri website, media sosial, dan mendatangi kantor cabang. Oleh karena itu, perusahaan tetap perlu mempersiapkan sistem protokol kesehatan di kantor yang akan melayani masyarakatkarena offline channel masih diminati.

“Perilaku digital ini tidak bisa diadaptasi 100 persen sehingga ada kecenderungan untuk jumping dari channel offline dan online dari sisi customer itu sendiri, di situ perusahaan harus bisa menerapkan omni, menggabungkan antara online dan offline,” jelasnya.

Dominasi dalam interaksi digital ditunjukan oleh 61,5 persen responden yang tertarik untuk melakukan pengajuan melalui media digital berbasis website atau aplikasi, 37  persen lainnya tertarik terhadap kerja sama dari perusahaan pembiayaan yang bisa digunakan pada e-commerce. Kerja sama ini dianggap dapat menguntungkan mereka ketika melakukan belanja online.

Hasil survei juga menunjukkan, pada tahun ini lebih dari 60 persen responden ingin mengajukan pembiayaan di kuartal tiga dan kuartal empat. Tingginya interaksi digital menunjukan harapan mereka terhadap pengajuan pembiayaan secara online dan informasi yang lengkap bisa ditemukan di platform perusahaan.

“Digital engagement juga diharapkan muncul, 63,7 persen terkait restukturisasi kredit atau relaksasi  selama pandemi Covid-19. Penyampaian melalui konten edukatif dan menghibur seperti infografis sebanyak 34,1 persen, file informasi yang bisa didownload sebanyak 27,5 persen, dan lebih dari 20 persen berharap adanya webinar ataupun digital talkshow,” jelasnya.

Demikian dari 60 persen responden menyatakan masih percaya diri untuk mengajukan pinjaman ataupun  produk multifinance lainnya pada tahun ini. Hal ini bisa menjadi momentum bagi perusahaan pembiayaan untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan serta mengembangkan fasilitas pengajuan secara online.

“Selain itu, masyarakat perlu terus distimulasi terkait intensi pengajuan pembiayaan melalui konten digital yang edukatif dan menarik,” tandasnya. (ATN)

Tags: Industri KeuanganJACCS CoKerjasama Indonesia-Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.