• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang dan China Sepakat Buka Jalur Komunikasi Pertahanan

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang dan China Paling Agresif Berinvestasi di Indonesia

Jepang dan China. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, TOKYO – Jepang dan China sepakat untuk membuka jalur komunikasi melalui hotline atau saluran telepon pertahanan mulai tahun 2022.

Hotline ini akan digunakan para pejabat terkait di tengah ketegangan atas pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur.

Laporan Kyodo pada Selasa (28/12/2021), Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi dan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe memastikan, hotline ini merupakan aspek penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kami mengkonfirmasikan, pembentukan hotline awal antara otoritas pertahanan Jepang dan China adalah penting. Saya menyampaikan keprihatinan serius atas aktivitas kapal Penjaga Pantai China di perairan sekitar Kepulauan Senkaku,” ungkap Kishi.

Sementara itu, Wei mengatakan, China akan dengan tegas menjaga kedaulatan teritorialnya serta hak dan kepentingan maritimnya, termasuk terkait masalah sengketa Kepulauan Senkaku, atau oleh China disebut sebagai Kepulauan Diaoyu.

“China dan Jepang harus bersama-sama mengelola dan mengendalikan risiko, sambil berfokus pada situasi hubungan bilateral dan menjaga stabilitas di Laut China Timur,” kata Wei, seperti dikutip oleh kantor Kementerian Pertahanan China.

Dalam pembicaraan tahun ini, Kishi mengatakan, hotline akan meningkatkan efisiensi mekanisme komunikasi kedua negara yang diperkenalkan pada 2018 silam. Mekanisme komunikasi khusus tersebut pada dasarnya disusun untuk menghindari bentrokan tak disengaja di laut dan di udara.

Kishi menjelaskan, pembicaraan dengan China masih harus terus dilakukan karena masih ada masalah yang belum terselesaikan.

Lahirnya hotline diharapkan bisa menumbuhkan saling pengertian dan kepercayaan di antara dua kekuatan ekonomi dunia tersebut.

Di kesempatan yang sama, Kishi meminta China menjelaskan lebih perinci mengenai undang-undang baru yang memberi izin para Penjaga Pantai untuk mengangkat senjata dalam menghadapi kapal asing yang dianggap memasuki perairan China secara ilegal.

Undang-undang kontroversial itu jelas membuat Jepang khawatir, mengingat nelayan Jepang cukup sering melaut di sekitar Senkaku yang juga terus dikawal oleh China. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Timur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.