• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Tangguhkan Kampanye Perjalanan Domestik

by Redaksi Asiatoday
November 22, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang dan Kamboja Sepakat Buka Akses Perbatasan

Akses Perhubungan udara Jepang dan Kamboja. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan Jepang akan menangguhkan sebagian kampanye perjalanan domestik “Go-To” untuk wilayah yang memiliki peningkatan kasus infeksi Covid-19.

Namun Suga belum merinci wilayah mana saja di mana kampanye akan ditangguhkan. Sementara itu, sekitar 40 juta orang menggunakan program Go-To-Travel antara 22 Juli hingga 31 Oktober.

Suga dan anggota kabinet menggelar pertemuan pada hari Sabtu untuk membahas upaya tersebut, yang telah mendorong ekonomi lokal dengan subsidi yang diberikan untuk perjalanan dan makanan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menteri Ekonomi Yasuthosi Nishimura mengatakan satuan tugas Covid-19 Jepang sebelumnya merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan untuk meninjau kembali program tersebut.

“Kami perlu bertindak secepat mungkin,” kata Suga seperti dikutip Bloomberg,  Minggu (22/11/2020).

Perdana menteri menyarankan agar tidak ada reservasi baru yang harus diterima di bawah kampanye dan meminta pemerintah daerah untuk berhenti mengeluarkan kupon makanan “Go-To Eat” yang baru.

Suga juga mengatakan dia berencana menggunakan dana nasional untuk melakukan tes Covid-19 bagi beberapa lansia di fasilitas medis dan perawatan. Apalagi, kasus virus baru di Tokyo mencapai rekor harian 539 pada hari Sabtu.

Mitsumaru Kumagai, kepala ekonom di Daiwa Institute of Research Ltd. dan penasihat Suga, memperkirakan bahwa kampanye tersebut dapat memberikan dorongan 4,9 triliun yen atau USD47 miliar bagi perekonomian dari waktu ke waktu. Perkiraan itu mungkin perlu diperkecil jika program dikurangi atau dibatalkan. (ATN)

Tags: COVID-19Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.