• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Jerman Diambang Resesi Ekonomi Jika Hentikan Impor Gas Rusia

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jerman Diambang Resesi Ekonomi Jika Hentikan Impor Gas Rusia 1

Gazprom Russia facility. Doc

ASIATODAY.ID, BERLIN – Jerman berada diambang resesi ekonomi pada 2023 jika menghentikan impor gas Rusia.

Pasalnya, sepertiga kebutuhan gas Jerman selama ini dipasok dari Negeri Beruang Merah tersebut.

Sejauh ini, Jerman menolak seruan Uni Eropa (UE) untuk memboikot impor gas Rusia sebagai sanksi atas serangan militer Rusia ke Ukraina.

RelatedPosts

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

Namun, raksasa gas Rusia, Gazprom di Jerman, secara tidak terduga menarik diri dari negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Di Eropa, harga energi saat ini terus melonjak dan risiko geopolitik akan menambah penderitaan warga setempat untuk merogoh kocek lebih mahal.

Stefan Kooths, Wakil Presiden Institut ifW Kiel, lembaga ekonomi terkemuka di negara itu menyebut keputusan Rusia menutup keran ekspor gas akan membatasi pertumbuhan ekonomi Jerman jadi 1,9 persen pada tahun ini.

“Ini akan mendorong Jerman jatuh ke dalam resesi ekonomi pada 2023 karena ekonominya menyusut 2,2 persen (minus),” jelasnya seperti dilansir AFP, Rabu (13/4/2022).

ifW Kiel bersama lembaga-lembaga ekonomi terkemuka di Jerman, yakni DIW, Ifo, IWH, dan RWI dalam pernyataan bersama mengungkapkan dampak boikot Rusia tidak akan bisa teratasi dalam dua tahun ke depan.

Diperkirakan, ekonomi Jerman mengalami kemunduran pada 2023 hingga 2024 karena pasokan energi tidak akan mampu memenuhi permintaan yang meningkat, terutama di musim dingin.

Saat ini, Jerman mempercepat investasi dalam energi terbarukan dan membangun kilang gas alam cair (LNG) di pantai Laut Utara. Tujuannya, agar Jerman bisa mendiversifikasi sumber energi dan impor gas.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menuturkan kemungkinan Jerman melepas ketergantungan impor energi Rusia pada pertengahan 2024 mendatang.

Pejabat setempat juga telah menyiapkan rencana darurat untuk mengantisipasi kekurangan gas di rumah tangga dan bisnis.

Tak cuma itu, pemerintah setempat pun menyiapkan undang-undang yang memungkinkan Jerman mengambil alih bisnis pemasok gas untuk mengamankan pasokan.

Pekan lalu, Jerman berhasil mengambil kendali sementara anak usaha Gazprom. (ATN)

Tags: Gazprom NeftJerman
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.