• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Jokowi Bicara Kebangkitan Pertanian Indonesia di Asian Agriculture & Food Forum

by Redaksi Asiatoday
March 12, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jokowi Bicara Kebangkitan Pertanian Indonesia di Asian Agriculture & Food Forum

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka The 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAAF) Tahun 2020, Kamis (12/3/2020), di Istana Negara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebagai negara agraris, Indonesia harusnya bisa menjadi salah satu kekuatan Agriculture di ASEAN maupun dunia.

Dengan luas lahan yang mencapai 1 juta hektare, sebanyak 300 ribu hektare saja dikelola secara optimal, dengan
cara-cara teknologi, cara-cara modern pertanian, bibit-bibit yang baik, hasil pertanian Indonesia bisa sangat melimpah.

”Ini mestinya yang digarap dan fokus dikerjakan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI),” terang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka The 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAAF) Tahun 2020, Kamis (12/3/2020), di Istana Negara.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan agar kebangkitan pertanian Indonesia mulai didorong secara bersama.

Salah satu pendekatan kebijakan yang bisa ditempuh kata Jokowi, melalui klasterisasi sektor pertanian. Dengan demikian diverisifikasi hasil tani dengan mengedepankan nilai tinggi dan ceruk pasar besar dapat tercapai.

“Ini yang penting saat ini, ada klasterisasi. Sehingga bisa lebih kelihatan mana klaster untuk buah tropis, klaster mana urusan rempah-rempah, klaster mana yang urusan herbal, sehingga betul-betul pertanian kita ini bener-bener bisa menghidupi,” jelas Jokowi.

Jokowi menaruh perhatian pada kebiasaan petani Indonesia yang gemar menanam komoditas pertanian tertentu, seperti karet dan kelapa sawit. Pada saat kedua komoditas tersebut mengalami koreksi harga, petani menjadi sangat merugi.

Sementara itu hasil tani lain, seperti minyak atsiri yang mendapatkan banyak permintaan dari Prancis dan Italia. Namun produk ini, kata Jokowi, tidak pernah digarap secara serius.

Selain itu, Jokowi juga menggarisbawahi soal buah-buahan tropis. “Mestinya ada dari HKTI yang memiliki kebun manggis, tidak usah banyak-banyak, 5.000 hektare manggis sudah cukup,” katanya.

Buah Durian, juga kata Jokowi merupakan satu buah tropis yang memiliki banyak peminat. China berkeinginan menyerap hasil panen durian dari Indonesia, asalkan memenuhi standar negara tersebut.

Saat ini durian hasil petani Indonesia memiliki kualitas yang beragam.

“Barang yang dibuka dari kebun harusnya enak, enak, enak, semuanya karena memang ada manajemen pembibitan yang bagus, spesiesnya memang yang betul. Masa kita tidak bisa,” sentil Jokowi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membenarkan kebiasaan para petani Indonesia tersebut. Namun mengubah itu bukan perkara mudah.

“Tidak semudah itu. Petani kalau dia lihat satu berhasil, mereka ramai-ramai ikut. Makanya peranan HKTI, kelompok tani menjadi sangat penting,” katanya.

Selain diversifikasi hasil tani, Jokowi juga meminta pemanfaatan teknologi pada sektor pertanian. Saat ini telah banyak bermunculan aplikasi yang dapat memudahkan para petani melakukan kegiatannya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan, sektor pertanian berkontribusi dalam penyediaan pangan functional food yang sangat penting bagi sebuah bangsa. Karena dari panganlah dapat mendorong tingkat kesehatan yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas bangsa dan negara kita.

Oleh sebab itu, Presiden menyampaikan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan pangan dan pertanian itu betul-betul harus dilihat dari hulu sampai ke hilir. Ia menambahkan tidak bisa hanya melihat hulunya atau hilirnya atau mengurus hulunya tidak mengurus hilirnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ASAAF 2020Asian Agriculture Food ForumHKTIKementanPresiden JokowiThe 2nd Asian Agriculture and Food Forum
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.