• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Jokowi: Hilirisasi Nikel Mengubah Ekonomi Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 11, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi China, Antam Bangun Lima Smelter Senilai Rp102 Triliun

Smelter Feronickel PT Antam di Pomalaa, Kolaka. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) terus menggaungkan komoditi nikel sebagai sumber ekonomi baru. Pasalnya, selama ini Indonesia tidak mendapatkan hasil berarti dari mineral tersebut.

Jokowi pun akhirnya mengambil langkah tegas dan berani menghentikan ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah sejak 2020 dan mulai menggaungkan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri.

Menurut Jokowi, Indonesia tidak akan pernah mendapatkan nilai tambah dengan mengekspor bahan mentah.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kita sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan beratus-ratus tahun kita selalu ekspor yang namanya bahan mentah. Sejak zaman VOC, kita sudah mengekspor bahan mentah sampai sekarang. Kita tidak mendapatkan nilai tambah,” kata Jokowi dalam Sidang Senat Terbuka dalam Dies Natalis ke-46 UNS di Surakarta, Jumat (11/3/2022).

Presiden Jokowi menjelaskan, 7 tahun lalu saat Indonesia masih rutin melakukan ekspor bahan mentah nikel, nilai ekonominya kira-kira mencapai USD1,5 miliar. Kemudian, sejak hadirnya hilirisasi dimana bahan mentah ini diolah setengah jadi atau menjadi produk jadi sebelum diekspor, nilai ekonominya menjadi USD20,8 miliar.

“Ini baru satu barang. Padahal kita memiliki bauksit, tembaga, timah, emas dan komoditas-komoditas perkebunan dan pertanian. Kalau ini satu per satu kita stop, akan muncul angka-angka yang sering saya sampaikan,” ujarnya.

Di lain sisi, hilirisasi tersebut tentunya dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Kementerian Keuangan juga bisa memungut pajak, PPh, PPn, bea ekspor, hingga PNBP.

Selain itu, investasi dalam negeri akan meningkat, dimana ada capital inflow yang memunculkan nilai tambah yang luar biasa. Barang-barang seperti kendaraan listrik, sodium, ion dan lainnya akan diproduksi di dalam negeri lantaran bahan bakunya dari Indonesia sudah dihentikan.

Menurut Jokowi, langkah tegas ini tidak lantas menjadikan Indonesia sebagai negara yang tertutup. Dalam G20 di Italia, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia terbuka. Namun, Jokowi meminta agar industri yang ada separuhnya di bawa ke Indonesia. Ini bisa dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta ataupun secara mandiri, asalkan di Indonesia.

“Enak banget kita setorin mereka bahan bakunya. Nilai tambahnya bisa sampai 14-20 kali lipat daripada kita hanya setor material. Pajak mereka yang dapat, pembukaan lapangan kerja mereka yang dapat, terus kita dapat apa?” ujarnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelLarangan Ekspor NikelNikelPresiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.