• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kamboja Musnahkan Senjata dan Barang Militer Buatan AS

by Redaksi Asiatoday
December 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dekat dengan China, Kamboja Hancurkan Bangunan Pangkalan Militer AS

Pangkalan Angkatan Laut Ream terletak di Kota Sihanoukville, Kamboja. Foto : Khmer Times

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memerintahkan militer untuk menghancurkan setiap persenjataan buatan Amerika Serikat (AS) atau menyimpannya di gudang, setelah Washington memberlakukan embargo senjata.

AS pada Rabu (8/12) memberlakukan embargo senjata atas Kamboja, dengan alasan kekhawatiran tentang hak asasi manusia dan korupsi di negara Asia Tenggara tersebut serta kegiatan China di negeri itu.

Tindakan Departemen Luar Negeri dan Departemen Perdagangan AS tersebut bertujuan untuk membatasi akses ke “artikel dan layanan pertahanan” oleh badan militer intelijen Kamboja.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Saya memerintahkan semua unit tentara untuk segera meninjau senjata dan barang-barang militer yang dimiliki Kamboja saat ini,” kata Hun Sen dalam sebuah posting Facebook, Jumat (10/12/2021), seperti dikutip CNA.

“Kita harus menarik semua senjata dan barang militer AS jika ada, taruh di gudang atau hancurkan sebagaimana mestinya,” serunya.

“Embargo senjata AS adalah pesan peringatan kepada generasi Kamboja berikutnya yang memimpin pemerintah bahwa jika mereka menginginkan sektor pertahanan yang independen, jangan lagi gunakan senjata AS,” tegasnya.

“Banyak dari mereka yang menggunakan senjata AS kalah dalam perang,” imbuh orang paling kuat di Kamboja itu, merujuk ke Afghanistan.

Pada November lalu, Washington menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat Kamboja atas tuduhan korupsi yang terkait dengan Pangkalan Angkatan Laut yang didanai AS.

Hun Sen adalah salah satu mitra terdekat China di Asia, dan pemerintahannya telah membongkar fasilitas di Pangkalan Angkatan Laut Ream yang sebagian dibangun dengan dana dari Amerika Serikat dan menjadi tuan rumah latihan militer AS.

Pangkalan Sihanoukville di Teluk Thailand telah menjadi masalah dalam hubungan AS-Kamboja dalam beberapa tahun terakhir, dengan Washington mencurigainya akan diubah untuk digunakan oleh China.

Hun Sen telah berulang kali membantah negaranya akan menjadi tuan rumah bagi militer China di pangkalan tersebut.

Beijing semakin memaksakan klaim teritorial di Laut China Selatan dan Laut China Timur, meningkatkan ketegangan dengan banyak negara Asia, tetapi Kamboja semakin tampak sebagai sekutu. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.