• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Kargo Malaysia Terdeteksi Hilang di Perairan Indonesia

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kapal Kargo Malaysia Terdeteksi Hilang di Perairan Indonesia

Tim Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA). Dok

ASIATODAY.ID, JOHOR BAHRU – Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), pada Selasa (10/1/2023) melaporkan bahwa sebuah kapal kargo Malaysia yang membawa lima awak kapal hilang selama 10 hari dan terakhir terdeteksi berada di perairan Indonesia.

Badan itu mengatakan mereka menerima informasi dari Sub-Pusat Penyelamatan Maritim (MRSC) Langkawi pada pukul 17:13 pada hari Senin mengenai hilangnya kapal kargo Malaysia MV Dai Cat 06.

Direktur MMEA negara bagian Johor Nurul Hizam Zakaria dalam sebuah pernyataan mengatakan kapal kargo Malaysia, yang membawa pipa baja, telah berangkat dari Perak pada 23 Desember dan seharusnya tiba di Kuching, Sarawak pada 31 Desember.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Lokasi terakhir kapal hilang ini terdeteksi melalui Automatic Identification System (AIS) pada 1 Januari di perairan Indonesia, 0,2 mil laut dari perbatasan perairan Johor.

“Sinyal terbaru berdasarkan Emergency Position Indicator Radio Beacon (EPIRB) dikirim dari 30 mil laut barat laut Pemangkat, Indonesia,” kata Nurul Hizam, menambahkan bahwa sinyal marabahaya terdeteksi pada Senin malam.

Nurul Hizam dikutip oleh media lokal mengatakan bahwa lima orang di dalamnya adalah tiga orang Malaysia dan dua orang warga Indonesia.

Ketika ditanya apakah bajak laut terlibat, Nurul Hizam mengatakan bahwa pihak berwenang melihat semua sudut termasuk kemungkinan cuaca buruk.

“Kami tidak ingin berspekulasi,” katanya, menurut New Straits Times, seraya menambahkan bahwa nilai pipa logam tersebut adalah RM 726.205 (US$166.065).

Dia menambahkan, Maritime Rescue Control Center (MRCC) di Putrajaya juga telah meminta bantuan pihak berwenang Indonesia untuk melacak keberadaan kapal tersebut.

Dia mengatakan MRSC Johor Bahru juga mengirim NAVTEX, sebuah sistem yang memberikan informasi terbaru kepada semua petugas navigasi di laut, untuk meminta bantuan dari komunitas maritim tentang informasi apa pun tentang kapal yang hilang. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Kapal KargoMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.