• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Perang Rusia Siaga Tempur di Laut Hitam

by Redaksi Asiatoday
March 5, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kapal Perang Rusia Siaga Tempur di Laut Hitam

Kapal perang Rusia, Pyotr Morgunov di Laut Hitam. Foto: foronaval

ASIATODAY.ID, KIEV – Armada kapal perang Rusia terpantau siaga tempur di Laut Hitam dan bergerak maju menuju Odessa.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa pelabuhan Ukraina adalah target berikutnya Presiden Vladimir Putin.

Kapal pendarat yang mampu meluncurkan tank dan ratusan tentara itu telah terlihat di lepas pantai Ukraina.

RelatedPosts

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift

IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock

Invasi Rusia ke kota terbesar ketiga di Ukraina itu dapat membuka koridor ke Kiev dari selatan untuk dilewati pasukan Rusia.

Terkait hal tersebut, Kementerian Pertahanan Ukraina memperingatkan bahwa pasukan penyerang dapat bersiap untuk kemungkinan serangan menyusul penampakan personel Rusia di Laut Hitam menuju Odessa.

“Di perairan Laut Hitam, kami mengamati detasemen pendaratan Armada Laut Hitam Rusia, yang terdiri dari empat kapal pendarat besar disertai dengan tiga kapal roket, maju menuju Odessa,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan Ukraina seperti dikutip dari Daily Star, Jumat (4/3/2022).

Sebuah kapal pendarat yang terlihat di perairan diidentifikasi sebagai Pyotr Morgunov, yang mampu membawa helikopter serang, 13 tank atau 36 kendaraan infanteri bersama dengan 300 tentara.

Laporan juga menunjukkan bahwa kapal kargo Estonia yang tampaknya ditangkap dan digunakan oleh angkatan laut Rusia sebagai tameng selama invasi tenggelam setelah ledakan.

Para ahli telah memperingatkan bahwa jika Rusia merebut pelabuhan itu maka mereka akan mencekik ekonomi Ukraina, dengan membandingkan jika Inggris kehilangan Dover.

Jenderal Sir Richard Barrons, mantan kepala militer Inggris, mengatakan kota itu adalah “hadiah besar” dalam invasi Rusia.

Berbicara kepada The Times, mantan personel militer itu merinci betapa pentingnya pelabuhan itu bagi invasi Rusia ke Ukraina.

“Anda akan berharap untuk melihat, berdasarkan keberhasilan di Kherson, bahwa pasukan Rusia yang berada di pantai sekarang akan cenderung bergerak lebih jauh ke barat dan sangat masuk akal mereka kemudian akan melakukan pendaratan amfibi di suatu tempat di sekitar Odessa dan melakukan operasi penyambungan selama beberapa hari,” kata Barrons. (ATN)

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid
  • Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift
  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.