• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kawasan Asia Mulai Dicengkram Inflasi, Waspadai Gejolak Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KEBANGKITAN ASIA: China, Jepang, India dan Indonesia akan Dominasi Kekuatan Ekonomi Global

Peta Benua Asia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kawasan Asia secara perlahan musai dicengkram inflasi.

Pasalnya, harga pangan dan energi yang naik di kawasan Asia, mulai berdampak terhadap ekonomi sejumlah negara seperti China, India, Indonesia, Korea Selatan, dan lainnya.

Laporan Bloomberg, Rabu (13/4/2022), tren ini mengikuti lonjakan inflasi di Amerika Serikat (AS) setelah data menunjukkan inflasi pada Maret mencapai yang tertinggi sejak 1981 sehingga menekan Federal Reserve untuk bertindak.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Sementara itu, imbal hasil surat utang pemerintah di kawasan Asia naik pada tahun ini, dipimpin oleh Korea Selatan. Indeks imbal hasil acuan di Asia turun 2,6 persen, menjadi yang terburuk sejak 2013.

Hal itu akan memperkuat sinyal kenaikan suku bunga acuan bank sentral untuk mendinginkan inflasi dan menopang mata uangnya seiring dengan cabutnya permodalan di kawasan.

Kepala Ekonom Asia Bloomberg Chang Su mengatakan efek perang di Ukraina menaikkan harga bahan bakar dan lockdown di Shanghai membuat pelabuhan terbesar di dunia itu kacau.

“Tekanan rantai pasokan Asia akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan, menambah kekhawatiran tentang inflasi global,” jelasnya.

Operasi militer Rusia di Ukraina telah mendorong gejolak di pasar komoditas yang telah mengerek harga bahan bakar dan mengancam pasokan biji-bijian ke kawasan dengan konsumsi tertinggi.

Kenaikan harga pupuk dan ongkos transportasi turut menyumbang lonjakan harga pangan ke level rekor.

Asian Development Bank (ADB) memperkirakan kenaikan harga komoditas semakin memanaskan inflasi di Asia hingga 1-3,7 persen pada tahun ini.

Australia & New Zealand Banking Group mengatakan investasi senilai US$22,3 miliar keluar dari negara berkembang di Asia pada Maret, kecuali China. Hal itu menjadi sell off terburuk sejak Maret 2020.

Konsumsi rumah tangga di negara dengan populasi terbesar kedua, India tengah terpukul karena harga pangan naik hampir 80 persen.

Reaksi Reserve Bank of India menjadi penanda tekanan di Asia. Gubernur Shaktikanta Das pekan lalu mengatakan adanya pergerakan tektonik pada proyeksi ekonomi makro dan inflasi sejak akhir Februari 2022.

Operasi militer Rusia ke Ukraina membalikkan narasi sebelumnya tentang tekanan harga yang lebih tenang tahun ini.

“Dalam urutan prioritas kami, kami sekarang menempatkan inflasi di atas pertumbuhan,” kata Das.

Sementara di China, harga produsen naik 8,3 persen dari tahun lalu, turun dari 8,8 persen pada Februari, tetapi masih di atas media 8,1 persen.

Harga acuan Bank of Japan pada makanan segar naik 0,6 persen pada Februari 2022 dari setahun sebelumnya, menjadi yang tercepat dalam 2 tahun, mendorong lonjakan harga energi.

Bank sentral di Korea Selatan dan Singapura juga bertemu minggu ini. Para ekonom terpecah pada prospek kenaikan suku bunga selanjutnya di Kota Seoul.

Sementara Singapura diperkirakan akan memperketat peraturan untuk memerangi inflasi yang diimpor, terutama energi. (ATN)

Tags: InflasiPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.