• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kawasan Asia Terancam Bencana Besar, Gletser Himalaya Mencair Lebih Cepat

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kawasan Asia Terancam Bencana Besar, Gletser Himalaya Mencair Lebih Cepat

Gletser Himalaya. Ist

ASIATODAY.ID, ALASKA – Negara-negara di Asia kini menghadapi ancaman bencana yang lebih besar.

Pasalnya, para ilmuwan serius telah menemukan bahwa pencairan gletser di Pegunungan Himalaya telah meningkat 10 kali lipat selama beberapa dekade terakhir.

Hal itu menimbulkan ancaman bagi sumber daya air bagi jutaan orang di kawasan Asia.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Disitat Phys, Selasa (21/12/2021), studi yang dipimpin oleh University of Leeds, mengungkapkan bahwa gletser Himalaya mencair pada tingkat ‘luar biasa’, jauh melebihi tingkat hilangnya gletser di bagian lain dunia.

“Temuan kami dengan jelas menunjukkan bahwa es sekarang menghilang dari gletser Himalaya 10 kali lebih tinggi dari tingkat rata-rata selama berabad-abad terakhir. Lonjakan dimulai dalam beberapa dekade terakhir, sejalan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia,” kata penulis utama studi tersebut, Dr. Jonathan Carrivic.

Studi ini membandingkan gletser saat ini dengan 14.798 gletser Himalaya selama Zaman Es Kecil, yaitu sekitar 400 hingga 700 tahun yang lalu.

Pegunungan Himalaya, sering disebut sebagai ‘Kutub Ketiga’ memiliki konsentrasi es glasial terbesar ketiga di dunia setelah Antartika dan Arktik.

Sementara itu, rekan penulis studi tersebut, Dr. Simon Cook mengatakan orang-orang di kawasan Asia sudah melihat perubahan di luar apa yang telah disaksikan selama berabad-abad karena penipisan gletser menciptakan kekhawatiran tentang keberlanjutan pasokan air.

“Penelitian ini memberikan konfirmasi terbaru bahwa perubahan semakin cepat sehingga berdampak besar pada seluruh negara kawasan Asia,” kata Cook. (ATN)

Tags: Asia DisasterBanking on Climate Change 2020Gletser ThwaitesGlobal WarmingGunung HimalayaPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.