ASIATODAY.ID, DHAKA – Pemerintah Indonesia merilis imbauan perjalanan (travel advice) untuk beberapa kawasan di Asia Selatan, menyusul bencana banjir bandang yang dipicu hujan muson sejak pekan lalu.
Setidaknya sekitar 19,6 juta orang diperkirakan terdampak di sejumlah distrik di India, Nepal, dan Bangladesh yang saling berbagi perbatasan. Jutaan orang dilaporkan mengungsi.
Setidaknya 88 orang dilaporkan tewas di India, Nepal, dan Bangladesh. Puluhan lainnya dikabarkan hilang terseret air atau tertimbun longsor yang menyertai.
Kerugian akibat kerusakan infrastruktur juga dinilai signifikan.
Sehubungan dengan itu, KBRI Dhaka merangkap Konsulat Kehormatan Kathmandu, mengimbau kepada seluruh masyarakat dan WNI di Bangladesh dan Nepal untuk waspada.
Para WNI juga diimbau “mencermati perkembangan cuaca dan bencana, khususnya bagi yang berada di atau berkunjung ke:
Bangladesh: Chattogram, Cox’s Bazar, Rangamati, Khagracari, Bandarban, Feni, Sylhet, Sunamganj, Netrokona, Lalmonirhat, Nilphamari, Jamaipur, Sherpur, Gaibandha, dan Kurigram
Nepal: Bagmati, Kamala, Saptakoshi dan Sunkoshi.”
KBRI Dhaka juga mengimbau WNI menghindari perjalanan ke area rawan bencana banjir dan tanah longsor.
“Apabila bepergian, senantiasa memberikan atau meningkatkan informasi terkait keberadaan dan situasi diri sendiri kepada sesama WNI di Bangladesh dan Nepal,” demikian seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima ASIATODAY.ID, Selasa (16/7/2019)
WNI juga diimbau meningkatkan “perhatian kepada keberadaan masing-masing keluarga” selagi bencana melanda.
“Selalu membawa identitas untuk memudahkan identifikasi dan senantiasi mematuhi serta bekerja sama dengan aparat setempat.”
KBRI Dhaka terus melakukan pemantauan sekiranya ada WNI yang membutuhkan bantuan.
Untuk situasi darurat, dapat menghubungi Hotline KBRI Dhaka: +880 161 4444 552 atau +880 161 4444 554.
Hotline Konsul Kehormatan Kathmandu, Nepal: +977 9841 3303 66 atau +977 9802 0057 57.
Dan Email di: [email protected].
,’;\;\’\’
