• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kehilangan Rp200 Triliun, Pengusaha Ritel di Jakarta Minta Insentif

by Redaksi Asiatoday
September 28, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
60 Mal di Jakarta akan Dibuka, Langkah Pemerintah Menuai Sorotan

Salah satu mal di Jakarta. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Efek pandemi Covid-19 membuat pendapatan pengusaha ritel di Jakarta rontok.

Menurut Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah, dampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19 mengakibatkan para pengusaha ritel kehilangan omzet hingga Rp200 triliun.

“Kehilangan omzet itu terjadi karena pusat perbelanjaan hanya punya batas kapasitas 50 persen saja selama pemberlakuan PSBB,” kata Budi melalui keterangan persnya, Senin (28/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dikatakan, meski kapasitas mal hanya setengah, pihaknya tetap harus membayar pajak dan hak karyawan. Untuk itu, pihaknya meminta agar pemerintah dapat memberikan keringanan baik dari segi pajak dan subsidi gaji.

“Kami meminta keringanan pajak. Kemudian masalah gaji pegawai, kami mohon pemerintah juga membantu, setidaknya memberikan subsidi gaji sebesar 50 persen. Jadi 50 persen dari pemerintah dan 50 persen dari pengusaha,” imbuhnya.

Menurut dia, arus kas dari tenan penyewa di pusat perbelanjaan juga sudah lesu sejak Maret karena adanya PSBB. Saat ini, pengunjung pusat perbelanjaan hanya 10 persen saja dari jumlah pengunjung saat masa transisi PSBB.

“Pusat belanja dan tenan enam bulan ini menghadapi kondisi berat. Sejak Maret sampai sekarang, omzet dan kas dari perusahaan minim,” tandasnya. (ATN)

Tags: Jakarta Darurat Covid-19Mal IndonesiaRitel Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.