• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kekuatan Uni Eropa Dikerahkan untuk Bantu Tangani Covid-19 di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
July 21, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kekuatan Uni Eropa Dikerahkan untuk Bantu Tangani Covid-19 di Asia Tenggara

Paket bantuan Uni Eropa untuk Tangani Covid-19. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Uni Eropa (UE) memobilisasi paket Tim Eropa senilai lebih dari EUR800 juta atau setara Rp13,5 triliun untuk kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Mobilisasi paket tersebut bertujuan untuk mendukung negara-negara mitra di ASEAN dalam menangani Covid-19 beserta konsekuensinya.

Melalui pendekatan “Tim Eropa” ini, Uni Eropa beserta negara-negara anggotanya dan lembaga-lembaga keuangan Eropa menggabungkan seluruh sumber daya.

RelatedPosts

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Dana tersebut akan mendukung upaya di setiap negara untuk mengatasi krisis darurat kesehatan, memperkuat sistem kesehatan, air dan sanitasi, serta mengurangi dampak sosial ekonomi dari pandemi covid-19.
 
“Kita semua menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan konsekuensi parah di Uni Eropa dan ASEAN,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Igor Driesmans, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

“Dengan semangat bekerja sama dan berdasarkan kemitraan antar kawasan yang telah berjalan selama empat dekade, kami telah memobilisasi paket ‘Tim Eropa’ senilai lebih dari EUR800 juta untuk membantu ASEAN dan negara-negara anggotanya dalam upaya mengurangi dampak ekonomi dan sosial dari pandemi virus corona,” sambungnya.
 
Termasuk dalam paket ini adalah dukungan regional kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan juga untuk meningkatkan kolaborasi antara lembaga-lembaga sains.

Di negara-negara anggota ASEAN, sasaran program adalah untuk mendukung masyarakat sipil, anggaran negara untuk pemulihan ekonomi, fasilitas perawatan kesehatan dan kapasitas pengujian, serta bantuan kemanusiaan.
 
Pada tingkat regional, Uni Eropa bekerja sama dengan ASEAN dalam bertukar pengalaman terkait penanganan pandemi covid-19.

Dalam pertemuan jajaran Menteri Luar Negeri Uni Eropa dan ASEAN — diadakan kali pertama secara virtual pada 20 Maret 2020 — disepakati bahwa kedua kawasan akan bekerja sama erat untuk mengatasi pandemi covid-19 beserta konsekuensinya.

Sepakati Perjanjian Pemulihan

Sementara itu, pemimpin negara-negara Uni Eropa menyepakati perjanjian pemulihan ekonomi yang terkena dampak buruk pandemi virus corona (covid-19). Perjanjian ini disepakati usai para petinggi UE bernegosiasi selama empat malam.

Melansir BBC, Selasa (21/7/2020), perjanjian pemulihan ekonomi ini melibatkan anggaran sebesar EUR750 miliar (Rp12 ribu triliun lebih/Rp12 kuadriliun) dalam bentuk dana hibah dan pinjaman untuk meredam dampak covid-19 yang dirasakan 27 negara anggota UE.

Negosiasi perjanjian ini memicu terbentuknya dua kubu, yakni kelompok negara UE yang terkena dampak parah covid-19, dan kelompok negara yang khawatir terhadap pengeluaran biaya untuk pemulihan.

Ini merupakan dana pemulihan gabungan terbesar yang pernah disepakati UE. Ketua negosiasi perjanjian Charles Michel mengatakan bahwa ini adalah “momen penting” bagi Eropa.

Perjanjian pemulihan ini berpusat pada dana hibah EUR390 miliar untuk negara-negara Eropa yang terkena dampak terparah pandemi covid-19. Italia dan Spanyol diperkirakan akan menjadi penerima utama.

Dana lainnya sebesar EUR360 miliar akan diberikan dalam bentuk pinjaman berbunga rendah bagi beberapa negara anggota UE.

Pembahasan perjanjian tersebut, yang dimulai di Brussels pada Jumat pekan kemarin, melibatkan dialog yang berlangsung selama lebih dari 90 jam. Ini merupakan pertemuan terpanjang UE sejak konferensi di kota Nice, Prancis, di tahun 2000 yang berlangsung lima hari.

Paket pemulihan ini masih akan menghadapi negosiasi teknis antar negara anggota, dan juga masih perlu diratifikasi oleh Parlemen Eropa. (ATN)

Tags: AseanAsia TenggaraCorona AsiaCOVID-19Uni EropaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • Indonesia Uses Nickel Dominance to Court South Korean Investment in Global EV Supply Chain
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.