• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kelaparan Global Naik Tajam Hingga 40 Persen Akibat Kenaikan Harga Pangan

by Redaksi Asiatoday
July 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kelaparan Global Naik Tajam Hingga 40 Persen Akibat Kenaikan Harga Pangan

Warga di Asia Selatan alami krisis pangan akibat kenaikan harga dan perubahan iklim. Dok WFP

ASIATODAY.ID, JENEWA – Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) menyatakan angka kelaparan global melonjak 40 persen akibat kenaikan harga pangan.

Menurut WFP, kerawanan pangan akut telah melonjak 40 persen tahun ini karena kenaikan harga pangan baru-baru ini telah memperburuk tekanan yang ada dari konflik, perubahan iklim dan pandemi Covid-19.

Didefinisikan sebagai kekurangan makanan yang mengancam kehidupan, mata pencaharian atau keduanya, kerawanan pangan akut memengaruhi, atau berisiko tinggi memengaruhi, rekor 270 juta orang tahun ini.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Harga pangan yang tinggi adalah sahabat baru kelaparan. Kami sudah memiliki konflik, iklim, dan Covid-19 yang bekerja bersama. Sekarang harga pangan telah bergabung dengan trio mematikan,” kata Kepala Ekonom WFP Arif Husain, Jumat (9/7/2021).

WFP menyatakan rata-rata harga tepung terigu di Lebanon telah meningkat 219 persen tahun-ke-tahun di tengah percepatan gejolak ekonomi. Sementara harga minyak goreng telah melonjak 440 persen dibandingkan tahun lalu di Suriah yang dilanda perang.

Di pasar perdagangan internasional, harga pangan dunia naik 33,9 persen tahun ke tahun di bulan Juni, menurut indeks harga badan pangan PBB, yang mengukur sekeranjang sereal, biji minyak, produk susu, daging dan gula.

Namun, indeks harga pangan jatuh pada bulan Juni versus Mei, penurunan pertama dalam 12 bulan.

Setelah menurun selama beberapa dekade, kelaparan dunia meningkat sejak 2016.

WFP, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, mengatakan sekitar 690 juta orang atau 9 persen dari populasi dunia tidur dalam keadaan lapar setiap malam. WFP bertujuan untuk membantu 139 juta orang tahun ini, operasi terbesar dalam sejarahnya. (ATN)

Tags: KelaparanKrisis PanganWFPWorld Food Programme
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.