• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kematian Dokter Tertinggi di Asia, Indonesia Dikhawatirkan Jadi Episenter Baru Covid-19 di Dunia

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Korban Jiwa Terus Berjatuhan di Indonesia, Pasien Covid-19 Capai 26.473 Orang

Pemakaman jenazah Covid-19 di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar (PB) Ikatan  Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan Indonesia belum mencapai puncak pandemi Covid-19 gelombang pertama.

Menurutnya, jika tak ada perubahan Indonesia dikhawatirkan akan menjadi episenter baru Covid-19 dunia.

“Apabila hal ini terus berlanjut, maka Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 dunia, yang mana akan berdampak semakin buruk pada ekonomi dan kesehatan negara kita,” kata Adib melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Adib mengungkapkan, kematian ratusan dokter dan tenaga kesehatan selama pandemi Covid-19 turut menambah pekerjaan besar pihaknya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan yang proporsional.

Pasalnya, sampai kemarin, Kamis (17/9), dokter yang meninggal terpapar Covid-19 mencapai 117 orang.

Kasus kematian dokter terbanyak berasal dari Jatim mencapai 30 orang, disusul Sumatera Utara berjumlah 21 orang, dilanjutkan DKI Jakarta sebanyak 16 orang.

Dari total keseluruhan 117 kematian dokter di Indonesia, masing-masing terbagi menjadi tiga bagian, yakni 62 dokter umum (termasuk 3 guru besar), dokter spesialis sebanyak 53 orang (termasuk 4 guru besar), dan dua orang dokter residen.

IDI juga mencatat dari jumlah kematian masyarakat dan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia.

“Angka kematian dokter yang semakin cepat dan tajam ini menunjukkan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan yang diserukan oleh para tenaga kesehatan dan pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adib yang mewakili seluruh tenaga kesehatan di Indonesia memahami ada kebutuhan ekonomi yang juga perlu diperhatikan selama pandemi ini. Namun, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta semua elemen masyarakat . Dan hal ini tentunya juga akan berdampak negatif bukan hanya pada kesehatan namun juga ekonomi secara berkepanjangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Protokol Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar mengatakan jumlah kematian masyarakat dan tenaga kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia selama pandemi Covid-19.

Eka menyebut hidup disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan dan perilaku 3M yaitu selalu mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan pakai sabun bisa menekan tingkat penularan dan kematian akibat Covid-19 di semua lapisan.

Menurut Eka, berdasaran studi ilmiah yang dipublikasikan di The Lancet, penggunaan alat pelindung diri dalam protokol kesehatan sangat membantu mencegah penularan virus.

“Menjaga jarak sekitar 1 meter dapat mencegah penularan hingga 82 persen. Kemudian penggunaan masker sesuai standar dapat mencegah penularan hingga 85 persen. Sementara itu, penggunaan face shield saja hanya mencegah hingga 78 persen,” jelasnya.

“Kasus penularan yang tak terkontrol di masyarakat akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan yang ditandai dengan tingginya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 dan sulitnya mencari tempat perawatan,” ujar Eka. (ATN)

Tags: Corona AsiaCorona IndonesiaCoronavirusCOVID-19IDI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.