• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ketua MPR RI Galang Dukungan Ketua Parlemen Turki Tuntaskan IT-CEPA

by Redaksi Asiatoday
November 5, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ketua MPR RI Galang Dukungan Ketua Parlemen Turki Tuntaskan IT-CEPA

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo menggalang dukungan Ketua Parlemen Turki, Mustafa Sentop, untuk membantu percepatan penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA). Ist

​ASIATODAY.ID, ANKARA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo menggalang dukungan Ketua Parlemen Turki, Mustafa Sentop, untuk membantu percepatan penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA).

Diplomasi Bambang Soesatyo itu berlangsung saat melakukan pertemuan resmi dengan Ketua Parlemen Turki di Ankara, Turki, Selasa (3/11/2020).

“Parlemen memiliki peran penting dalam penyelesaian perundingan IT-CEPA. Karena itu saya meminta bantuan Yang Mulia untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan tersebut,” ujar Bambang dalam pertemuan tersebut, dikutip dari siaran pers Kemlu, Kamis (5/11/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Parlemen Turki menyampaikan akan meminta komisi terkait di Parlemen Turki untuk segera meninjau ulang status terakhir perjanjian tersebut dan mencari cara terbaik agar Pemerintah Turki dapat melakukan percepatan negosiasi perjanjian yang sudah berlangsung hampir 4 tahun tersebut.

Sebagai referensi, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Turki pada tahun 2019 mencapai USD1,6 miliar dengan surplus di pihak Indonesia lebih dari USD 800 juta.

Angka tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara di Kawasan Balkan dan Eropa Timur lainnya.

Meskipun masih surplus namun diperkirakan masih terdapat potensi peningkatan dalam jangka pendek sekitar USD 600 juta jika kedua negara telah menandatangani IT-CEPA.

“Produk ekspor utama Indonesia ke Turki adalah produk bahan baku industri yang sangat dibutuhkan Turki untuk meningkatkan ekspornya ke pasar dunia seperti produk turunan minyak kelapa sawit, karet, berbagai jenis benang, dan komponen otomotif. Karena itu kenaikan ekspor Indonesia  justru akan memperkuat industri lokal di Turki,”  terang Erik Nababan, Atase Perdagangan KBRI Ankara.

Selain membahas percepatan penyelesaian IT-CEPA, Ketua MPR juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan ungkapan simpati dan duka cita atas bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 100 orang dan hampir 1000 korban luka di Provinsi Izmir, Turki.

“Sebagai negara sahabat kami selalu siap membantu Turki jika dibutuhkan. Karena Turki juga selalu hadir pada kesempatan pertama manakala Indonesia menghadapi berbagai bencana alam,” ujar Bambang.

Pada kesempatan tersebut keduanya juga menyinggung sejumlah kerja sama strategis yang sudah berlangsung di antara kedua negara antara lain kerja sama industri pertahanan, kerja sama pembuatan vaksin Covid-19 yang diharapkan segera memasuki tahap uji klinis, kerja sama infrastruktur, dan kerja sama investasi.

Sementara itu, di bidang kerja sama antar-parlemen, Ketua MPR juga menggunakan kesempatan pertemuan tersebut untuk meminta dukungan Turki terhadap gagasan MPR RI untuk mendirikan Majelis Syuro Dunia.

Majelis tersebut akan mencangkup seluruh elemen legislatif baik di negara yang menganut sistem satu kamar maupun dua kamar. Gagasan Indonesia tersebut langsung memperoleh dukungan dari Ketua Parlemen Turki.

Selain didampingi Duta Besar RI untuk Republik Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pertemuan tersebut Ketua MPR juga didampingi oleh dua orang Wakil Ketua MPR yaitu Fadel Muhammad dan Syarief Hasan. (AT Network)

Tags: IT CEPAKerjasama Indonesia-TurkiMPR
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.