• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Klaim Dianggap Fiktif, China Kecam Australia soal Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Negara di ASEAN tak akan Pernah Akui Klaim China di Laut China Selatan

Pulau buatan China di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – China merespons keras penentangan Australia mengenai klaim China atas Laut China Selatan. Beijing menuding Canberra “membuat provokasi gegabah” dan “secara buta mengikuti langkah Amerika Serikat.”

Australia secara resmi telah menolak klaim China atas Laut China Selatan. Penolakan itu telah dilayangkan dalam bentuk deklarasi yang disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Melalui surat kabar Global Times, China mengecam keras Australia dan mendeklarasikan sanksi terhadap produk daging sapi serta anggur asal Negeri Kanguru.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Hubungan antara China dan Australia telah memburuk ke titik yang sangat rendah. Peluang pemulihan hubungan ini sangat tipis,” ujar profesor Zhou Fangyin asal Guangdon Research Institute dalam tulisan yang dimuat di Global Times.

“Salah satu alasan utamanya adalah, kebijakan Australia tidak independen dan hanya mengikuti arahan AS,” sambungnya, dilansir dari laman nzherald.co.nz, Senin (27/7/2020).

“Jika Australia terus memprovokasi China dalam bidang politik dan juga ekonomi, maka akan terjadi semacam kerusakan di kubu Australia,” kata Zhou.

Dalam sebuah pernyataan yang dibuat pada Kamis 23 Juli, Australia menegaskan bahwa “tidak ada basis legal” atas klaim China di Laut China Selatan, termasuk terkait pembangunan sejumlah pulau buatan di perairan sengketa tersebut.
 
“Australia menolak klaim China mengenai ‘hak historis’ atau ‘hak maritim’ di Laut China Selatan,” tulis salah satu kalimat dalam deklarasi yang diajukan ke PBB.

Deklarasi Australia diajukan usai Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendeklarasikan bahwa upaya China dalam mengklaim sepenuhnya Laut China Selatan merupakan tindakan ilegal.
 
“Tidak ada basis legal bagi China dalam menarik garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari fitur maritim di Laut China Selatan, termasuk di sekitar ‘Four Sha’ atau ‘kontinental’ atau kepulauan-kepulauan terluar,” tulis deklarasi Australia.
 
Beijing mengklaim hampir keseluruhan Laut China Selatan lewat sembilan garis putus-putus atau nine-dash line. Garis putus-putus itu diambil China dari beberapa peta buatan tahun 1940-an. (ATN)

Tags: Amerika SerikatAustraliaChinaLaut China SelatanUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.