• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kolaborasi Amerika Latin dan Asia Pasifik Jadi Kunci Pemulihan Global

by Redaksi Asiatoday
May 28, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi Amerika Latin dan Asia Pasifik Jadi Kunci Pemulihan Global

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi pada pertemuan Working Breakfast: Expanding Horizons for Economic Partnership between Latin America and Asia-Pacific pada Rabu (24/05) di sela Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss. Dok Kemendag

ASIATODAY.ID, DAVOS – Hubungan kemitraan antara Kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik memainkan peran kunci dalam pemulihan ekonomi global.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi mendengungkan kolaborasi kedua kawasan tersebut dapat mewujudkan pertumbuhan  ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Mendag Lutfi pada pertemuan Working Breakfast:  Expanding Horizons for Economic Partnership between Latin America and Asia-Pacific pada Rabu (24/5/2022) di sela Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Ekonomi  Brasil Paulo Guedes; Founder and Director, Growth Lab, Harvard University,  Ricardo Hausmann; Menteri Transportasi Singapura, S. Iswaran; serta Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani.

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Pertemuan ini dimoderatori oleh Secretary General of UNCTAD, Rebecca Grynspan.

“Saat ini kita hidup di masa yang penuh tantangan. Dampak pandemi terhadap  perekonomian global dan konflik yang masih berlangsung di Eropa telah mengakibatkan melonjaknya harga komoditas pangan, energi, dan logistik, serta terganggunya rantai pasok global. Untuk pulih bersama, kedua kawasan,  yaitu Amerika Latin dan Asia Pasifik, perlu berkolaborasi mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah harus memimpin pemulihan ini,” tegas Mendag Lutfi.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik pada 2022 akan lebih rendah dari 2021. Perekonomian Amerika Latin dan Kepulauan Caribia diperkirakan tumbuh 2,5 persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,8 persen.

Adapun kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan ekonominya diperkirakan sebesar 4,9  persen pada 2022, lebih rendah dari 2021 yang sebesar 6,5 persen.

Mendag menjelaskan, Indonesia secara konsisten mengadvokasi perdagangan yang terbuka dan adil untuk pemulihan ekonomi melalui persetujuan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) atau Persetujuan Kemitraan   Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA).

FTA dan CEPA membuka jalan bagi negara-negara di dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan yang lebih baik.

Mendag Lutfi juga mengungkapkan, Indonesia ingin memperkuat kerja sama  dengan kawasan Amerika Latin.

Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan barang (trade in goods agreement) yang komprehensif dengan Chile yang   sedang dalam proses penyempurnaan kerja sama perdagangan jasa. Indonesia juga tengah menegosiasikan persetujuan perdagangan dengan MERCOSUR.

Lebih lanjut, Indonesia juga sedang menjajaki persetujuan perdagangan bilateral dengan Peru. Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, lanjut Mendag, Indonesia telah mengimplementasikan persetujuan perdagangan bilateral dan  regional dengan negara-negara ASEAN, Jepang, China, Korea, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru. Indonesia juga sedang dalam proses peningkatan EPA dengan Jepang, meratifikasi Regional Comprehensive Economic Parternship (RCEP) dan CEPA dengan Korea, serta menjajaki persetujuan perdagangan dengan Fiji dan Papua Nugini.

“Kolaborasi kawasan Amerika Latin dan Asia Pasifik perlu dilakukan untuk  memfasilitasi perdagangan yang terbuka dan adil dalam mendukung pemulihan ekonomi yang lebih kuat,”pungkas Mendag Lutfi. (ATN)

Tags: Amerika LatinAsia PasifikWorld Economic Forum
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.