• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Konflik Meluas, Ratusan Warga Myanmar Mengungsi ke Thailand

by Redaksi Asiatoday
December 18, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Myanmar: Militer Makin Brutal, Korban Jiwa Sudah Capai 320 Orang

Rakyat sipil di Myanmar berupaya mengamankan diri dari tindakan represif junta militer. Ist

ASIATODAY.ID, YANGON – Konflik di Myanmar makin meluas.

Ratusan warga Myanmar terpaksa melarikan diri ke Thailand setelah pasukan junta militer bentrok dengan kelompok pemberontak.

Laporan CNA, Jumat (17/12/2021), pertempuran antara Karen National Union (KNU) dan militer pecah pada Rabu di kota Lay Kay Kaw dekat perbatasan Thailand. Bentrok ini menjadi yang pertama dalam beberapa bulan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Potret media lokal menunjukkan pada Kamis, puluhan orang berbaris untuk menyeberangi sungai yang merupakan bagian dari perbatasan.

Seorang pejabat pemerintah Thailand di Provinsi Tak, mengatakan sebanyak 700 orang telah melintasi perbatasan. Mereka akan diberikan makanan dan tempat tinggal.

Sekretaris Jenderal di Organisasi Wanita Karen, Naw K’nyaw Paw mengatakan lebih dari 1000 telah diizinkan untuk menyeberang setelah para pemimpin masyarakat bernegosiasi dengan pihak berwenang Thailand.

“Saya mendengar tembakan senjata ringan dan artileri berat,” kata seorang penduduk setempat dari sebuah desa dekat Lay Kay Kaw.

“Lebih banyak orang telah tiba di desa kami dan ada sekitar 3000 orang yang bersembunyi di sini sekarang,” tambah penduduk tersebut.

Bentrokan itu pecah pada Rabu, sehari setelah media pemerintah melaporkan, pasukan junta memasuki wilayah KNU.

Selain itu, menangkap beberapa pembangkang, termasuk seorang mantan anggota parlemen dari pemerintahan terguling, Aung San Suu Kyi.

KNU diketahui telah menjadi penentang vokal kudeta dan memberikan perlindungan bagi para pembangkang yang bekerja untuk menggulingkan junta.

Para pejuangnya pun telah bentrok secara sporadis dengan militer Myanmar di sepanjang perbatasan Thailand.

Pada Maret, para pejuangnya merebut sebuah pos militer dan tentara membalas dengan serangan udara, yang pertama dalam lebih dari 20 tahun di negara bagian Karen.

Myanmar dilaporkan memiliki lebih dari 20 kelompok pemberontak etnis, banyak di antaranya menguasai wilayah di perbatasan negara itu. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.