• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

KONSERVASI PESISIR INDONESIA: 200 Hektare Hutan Mangorove Direhabilitasi

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KONSERVASI PESISIR INDONESIA: 200 Hektare Hutan Mangorove Direhabilitasi

Luas hutan Mangorove di Indonesia mencapai 3,49 juta hektare, 52 persen atau 1,82 juta hektare dalam kondisi rusak. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia terus bergerak dalam upaya konservasi wilayah pesisir.

Pemerintah Indonesia menargetkan rehabilitasi lahan mangrove atau hutan bakau mencapai seluas 200 hektare tahun ini.

Menurut Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono, tahun ini KKP memiliki target untuk memperbaiki ekosistem mangorove melalui penanaman mangorove seluas 200 hektare di 12 lokasi.

RelatedPosts

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

“Salah satu lokasi prioritas terdapat di Lampung Timur dengan rencana penanaman seluas 40 hektare yaitu Desa Margasari dan Desa Sriminosari,” kata Aryo Hanggono melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (27/7/2020).

Rehabilitasi mangorove di lokasi ini bertujuan untuk menangkal abrasi serta memulihkan ekosistem laut. Tak hanya itu, lokasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi daerah ekowisata yang dapat menjadi sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir di Lampung Timur.

Aryo juga menyampaikan bahwa pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, KKP diberikan mandat untuk melakukan rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove seluas 1.800 hektare.

Sampai 2024, KKP berencana melakukan penanaman mangorove seluas 1.800 ha, mengingat hal ini merupakan target dalam upaya rehabilitasi mangorove di Indonesia.

“Upaya lain yang dilakukan KKP dalam mendukung rehabilitasi mangorove dengan memfasilitasi lokasi mangorove melalui pembangunan jalur mangorove dan pusat restorasi pembelajaran ekosistem pesisir yang akan dibangun di 10 kabupaten/kota pada tahun 2021,” papar Aryo.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Muhammad Yusuf mengungkapkan hutan mangorove adalah penyimpan cadangan karbon biru yang melimpah selain fungsi utamanya sebagai sistem penyangga pantai dari abrasi akibat gelombang dan naiknya permukaan air laut.

“Indonesia memiliki 23 persen dari mangorove dunia. Mangorove memegang peranan penting sebagai pengendali karbon dunia selain sebagai ekosistem penting pengendali ekosistem laut,” ujar Yusuf.

Dia juga mengajak masyarakat menjaga mangorove dari perusakan, memanfaatkan ekosistem mangorove dengan cara yang bijak dan tetap menjaga kelestariannya karena ekosistem mangorove sangat rentan dan ekosistemnya terbatas.

Penanaman mangorove seluas 200 hektare akan dilakukan di 12 lokasi di seluruh Indonesia, antara lain Provinsi Aceh terletak di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Bangka Belitung terletak di Kabupaten Belitung, Provinisi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan, dan Provinsi Lampung terletak di Kabupaten Lampung Timur.

Kemudian, Provinsi Jawa Barat terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Tengah terletak di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Timur terletak di Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Kalimantan Barat terletak di Kabupaten Menpawah, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di Kota Kupang.

Berdasarkan data KKP, luas mangorove di Indonesia mencapai 3,49 juta hektare, tetapi 52 persen atau 1,82 juta hektare mangorove Indonesia dalam kondisi rusak. (ATN)

Tags: Ekosistem Pesisir dan LautKonservasi AlamKonservasi LautMangoroveTanam Mangorove
No Result
View All Result

Terbaru

  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.