• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Korban Tewas Akibat Terjangan Topan Phanfone Capai 41 Orang

by Redaksi Asiatoday
December 30, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Korban Tewas Akibat Terjangan Topan Phanfone Capai 41 Orang

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Korban tewas akibat Topan dahsyat yang melanda Filipina pada liburan Natal meningkat menjadi 41 orang dan puluhan ribu masih berada di pusat-pusat evakuasi.

Topan Phanfone meninggalkan Filipina kemarin Sabtu setelah menghancurkan beberapa pulau di wilayah Visayas yang merupakan tujuan wisata yang populer. Tingkat kerusakan terus bertambah ketika regu penolong berdatangan.

Jumlah korban tewas 41 orang tersebut nak dari 28 orang pada. Di antara korban termasuk tiga awak kapal yang meninggal setelah kapal mereka terbalik karena angin kencang.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sementara itu seorang polisi tersetrum oleh tiang yang rubuh sehingga tewas di tempat selain seorang pria yang ditimpa pohon saat ditebang.

“Kami berharap tidak akan ada lagi kematian,” kata juru bicara badan bencana nasional Mark Timbal melansir CNA, Minggu (29/12/2019). Sedangkan pihak berwenang masih mencari 12 orang yang dilaporkan hilang.

Laporan terbaru menunjukkan lebih dari 1,6 juta orang terkena dampak topan yang merusak lebih dari 260.000 rumah. Akibatnya hampir seratus ribu orang mengungsi ke tempat penampungan darurat.

Banyak penduduk yang terkena dampak bencana alam itu sehingga umat Katolik merayakan Natal di pusat-pusat evakuasi. Mereka akan tetap berada di sana sampai Tahun Baru mengingat skala kehancuran yang dahsyat.

Pemerintah memperkirakan bahwa topan badai itu telah menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian dan infrastruktur senilai US$21 juta.

Saluran listrik dan koneksi internet tetap tidak aktif di beberapa daerah setelah tiupan angin kuat Phanfone hingga 200 kilometer per jam menumbangkan tiang listrik dan pepohonan.

Topan Phanfone, yang disebut masyarakat lokal Ursula, adalah topan ke-21 melanda Filipina yang rawan badai. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana AlamFilipinaTopan FaxaiTopan HagibisTopan Phanfone
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.