• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krakatau Steel Catat Kerugian Hingga Rp7,45 Triliun pada 2019

by Redaksi Asiatoday
May 23, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rombak Total Manajemen dan Teknologi Krakatau Steel

Pabrik baja Krakatau Steel. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produsen baja Indonesia PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali mencatatkan kerugian pada tahun buku 2019.

Kerugian pada periode ini lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu mencapai USD503,65 juta atau sekitar Rp7,45 triliun.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dimonitotor Jumat (22/5/2020), pada 2018 Krakatau Steel hanya mencatat kerugian sebesar USD167,53 juta.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Membengkaknya kerugian tersebut lantaran menurunnya pendapatan sebesar 18,45 persen dari USD1,74 miliar menjadi USD1,42 miliar.

Dirincikan, penurunan dari pos pendapatan tersebut lantaran menurunnya produk baja lokal dari USD1,48 miliar menjadi USD1,04 miliar.

Sementara pos bisnis lain sebagai penyumbang pendapatan tidak naik signifikan.

Tercatat pendapatan bisnis jasa pengelolaan pelabuhan naik dari USD66,77 juta menjadi USD76,1 juta, pendapatan bisnis real estat dan perhotelan dari USD28,92 juta menjadi USD36,54 juta, dan pendapatan bisnis rekayasa dan konstruksi naik dari USD29,94 juta menjadi USD31,67 juta.

Penurunan pendapatan tersebut berimbas pada berkurangnya beban pokok sebesar 11,73 persen menjadi USD1,4 miliar sehingga laba kotor yang diperoleh perusahaan sebesar USD16,89 juta.

Namun laba kotor tersebut harus tertekan karena beberaap pos beban mengalami peningkatan. Pos beban yang mengalami peningkatan terbesar adalah beban operasi lainnya yaitu mencapai USD284,26 juta, meningkat signifikan dari periode sebelumnya yang hanya USD97,93 juta.

Akibanya, perusahaan baja milik negara tersebut mencatat rugi operasi sebesar USD448,76 juta atau meningkat 381,97 persen dari periode yang sama di 2018 sebesar USD93,11 juta.

Per 31 Desember 2019, Krakatau Steel mencatat total aset sebesar USD3,28 miliar. Aset tersebut menurun dari catatan 31 Desember 2018 yang sebesar USD3,58 miliar. Adapun, aset tersebut terdiri dari total ekuitas sebesar USD356 juta dan total liabilitas sebesar USD2,93 miliar. (ATN)

Tags: Baja IndonesiaIndustri BajaKrakatu Steel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.