• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Energi, China Kerahkan Seluruh Tambang Batubara Pacu Produksi

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Energi, China Kerahkan Seluruh Tambang Batubara Pacu Produksi

Antrian truk pengangkut batubara di China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – China memerintahkan seluruh pertambangan batubara di negeri itu untuk meningkatkan produksi sebagai upaya membendung krisis energi listrik yang terjadi.

Saat ini, China tengah berjuang untuk menyeimbangkan kebutuhan listriknya dengan upaya mengatasi krisis iklim.

Otoritas di Mongolia Dalam, provinsi penghasil batubara terbesar kedua di China, telah meminta 72 tambang untuk meningkatkan produksi dengan total 98,4 juta metrik ton.

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

Hal ini terkuak dari laporan surat kabar pemerintah China, Securities Times dan Securities Journal, yang mengutip dokumen dari Administrasi Energi Mongolia Dalam, dilansir dari CNN Business, Senin (11/10/2021).

Perintah itu, yang disetujui pada 7 Oktober 2021, akan segera berlaku. Angka tersebut setara dengan sekitar 30 persen dari produksi batubara bulanan di China, menurut data pemerintah baru-baru ini.

Kekurangan listrik di 20 provinsi di China dalam beberapa pekan terakhir, membuat pemerintah terpaksa menjatah listrik selama jam sibuk dan beberapa pabrik menghentikan produksi.

Gangguan ini juga mengakibatkan penurunan tajam dalam output industri bulan lalu dan membebani prospek ekonomi China.

Masalah itu juga membuat harga batubara anjlok. Harga batubara termal berjangka di Zhengzhou Commodity Exchange anjlok sebanyak 6,7persen. Saham penambang batu bara dan produsen listrik utama China juga anjlok.

Saham Yanzhou Coal Mining (YZCAY) turun 11 persen di Hong Kong, dan China Resources Power (CRPJY) turun 12 persen.

Penjatahan listrik itu dilakukan hanya beberapa hari setelah badan perencanaan ekonomi utama China meminta tiga provinsi penghasil batu bara terbesar di negara itu — Mongolia Dalam, Shanxi, dan Shaanxi — untuk mengirimkan 145 juta metrik ton batu bara pada kuartal keempat, sehingga “penggunaan batu bara untuk mata pencaharian” tidak terganggu, menurut pernyataan terpisah oleh otoritas provinsi tersebut pekan lalu.

Langkah-langkah ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi China karena upayanya untuk menyeimbangkan kebutuhan negara dengan dorongan Presiden Xi Jinping untuk China yang netral karbon pada tahun 2060.

Batubara merupakan sumber energi utama di China, dan banyak digunakan untuk pemanasan, pembangkit listrik, dan pembuatan baja. 2020 lalu, batubara menghasilkan membuat hampir 60 persen dari penggunaan energi negara itu – sumber utama emisi karbon di sana.

Awal 2021 ini, China telah menutup ratusan tambang batu bara – atau mengurangi produksi – di tengah dorongan nasional untuk mengurangi emisi karbon.

Negara itu memberlakukan pembatasan impor batubara dari pemasok utamanya, yaitu Australia, karena meningkatnya ketegangan politik antara kedua negara.

Akibatnya, pasokan batubara turun tajam, meski permintaan melonjak karena pertumbuhan industri dan kondisi cuaca ekstrem.

Hal itu telah mendorong harga batu bara ke rekor tertinggi dan mengakibatkan kekurangan listrik yang meluas. (ATN)

Tags: BatubaraChinaKrisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.