• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Krisis Listrik di Singapura, Sejumlah Perusahaan Energi Stop Beroperasi

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Ajak Investor Beijing Investasi di Batam

Perbatasan Indonesia dan Singapura di Batam, Kepulauan Riau. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis energi listrik sedang dialami Singapura setelah sejumlah perusahaan pengecer listrik di negeri itu mulai kesulitan dan harus berhenti beroperasi.

Tiga perusahaan disebutkan akan keluar dari bisnis listrik di Singapura. Kabar terbaru, Ohm Energy dan iSwitch disebut telah menghentikan operasi mereka.

“Beberapa mungkin merasa sulit untuk mempertahankan operasi mereka dan mungkin memilih untuk keluar dari pasar,” kata otoritas energi Singapura EMA Sebagaimana dilaporkan CNA, Selasa (19/10/2021).

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Kedua perusahaan tersebut akan mengembalikan rekening pengguna ke SP group, perusahaan listrik milik negara di Singapura.

Sekadar referensi, Singapura telah melakukan liberasi listrik sejak 2018, dengan meluncurkan sistem pasar terbuka (OEM).

Singapura disebutkan mengambil tiga langkah antisipasi untuk menjaga pasokan energi di tengah gangguan global tersebut, fasilitas bahan bakar siaga akan didirikan untuk perusahaan pembangkit listrik (genco).

“Kami bekerjasama dengan semua genco untuk melacak tingkat pasokan bahan bakar dan kapasitas pembangkit mereka,” kata EMA.

“Dan, akan menyediakan bahan bakar siaga kepada mereka jika pasokan gas terpengaruh atau ada kebutuhan untuk memastikan pasokan listrik yang bisa diandalkan untuk konsumen di Singapura.”

EMA turut menyatakan, bahwa pihaknya telah menginformasikan genco untuk mengontrak bahan bakar yang cukup untuk pembangkit listrik, setidaknya guna memenuhi permintaan pelanggan ritel mereka.

Selain itu, genco yang ingin menjual kelebihan pasokan gas mereka untuk memberikan hak penawaran pertama ke genco lain, sebelum mereka mengalihkan atau menjual kelebihan gas tersebut ke pihak lain.

Bahkan, genco juga akan diarahkan untuk menghasilkan listrik menggunakan bahan bakar dari fasilitas siaga jika diperlukan, untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan Singapura. (ATN)

Tags: Asia EnergyKrisis EnergiSingapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.