• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Myanmar: Serikat Pekerja Mogok Total, Ekonomi Lumpuh

by Redaksi Asiatoday
March 8, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Myanmar: Serikat Pekerja Mogok Total, Ekonomi Lumpuh

Serikat Pekerja Mogok Total, Ekonomi Myanmar lumpuh. Ist

ASIATODAY.ID, YANGON – Krisis politik di Myanmar memperburuk aktivitas ekonomi di negeri itu.

Serikat pekerja utama Myanmar menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk menutup ekonomi mulai Senin (8/3/2021) untuk mendukung gerakan melawan kudeta militer.

Disitat dari Reuters, aksi mogok ini akan meningkatkan tekanan pada pemerintah militer ketika pasukannya menembakkan senjata dan menduduki rumah sakit di kota utama Yangon setelah berhari-hari digelar protes besar-besaran.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Laporan Media lokal, para saksi melaporkan suara tembakan atau granat kejut di banyak distrik ibu kota komersial setelah malam tiba, ketika tentara mendirikan kemah di rumah sakit dan kompleks universitas. Tidak jelas apakah ada yang terluka.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, satu organisasi nirlaba, menyatakan tentara dengan sengaja meneror penduduk di Yangon.

Unjuk kekuatan itu terjadi setelah beberapa protes nasional terbesar sejak kudeta 1 Februari. Aliansi sembilan serikat pekerja mengatakan mereka merencanakan “penutupan penuh diperpanjang” ekonomi.

“Untuk melanjutkan kegiatan ekonomi dan bisnis seperti biasa hanya akan menguntungkan militer karena mereka menekan energi rakyat Myanmar. Sekaranglah waktu untuk mengambil tindakan untuk mempertahankan demokrasi kita,” kata mereka dalam pernyataan bersama.

Seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar dan Reuters tidak dapat menghubungi polisi untuk memberikan komentar. Tentara menyatakan bahwa mereka menangani aksi protes secara sah. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.