• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Pendidikan Melanda 22 Juta Anak di Asia Selatan

by Redaksi Asiatoday
August 1, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Pendidikan Melanda 22 Juta Anak di Asia Selatan

Anak-anak di Asia Selatan. Dok

ASIATODAY.ID, DHAKA – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNICEF menyatakan sekitar 40 juta anak di seluruh dunia tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini karena  pandemi Covid-19. 

“Dari 40 juta anak di dunia, hampir 22 juta di antaranya berasal dari Asia Selatan, tidak mendapatkan pendidikan pra-sekolah karena fasilitas pendidikan dan penitipan anak tutup selama pandemi,” ungkap UNICEF dalam laporan terbarunya yang dikutip Sabtu (1/8/2020).

Hal ini dinilai sangat memprihatinkan sebab pendidikan anak usia dini adalah dasar dalam membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Temuan ini memperingatkan bahwa pandemi telah membahayakan masa depan jutaan anak khususnya di Asia Selatan, sehingga harus ada penanganan yang tepat untuk anak-anak ini.

“Anak-anak adalah salah satu yang paling terdampak pandemi Covid-19. Penutupan sekolah berkepanjangan dan akses yang terbatas ke pembelajaran daring (online) telah menghilangkan hak universal anak-anak untuk mendapatkan pendidikan,” kata Jean Gough, direktur regional UNICEF untuk Asia Selatan.

“Di 54 negara berpenghasilan rendah dan menengah, sekitar 40 persen anak-anak berusia antara 3 hingga 5 tahun tidak menerima stimulasi sosial, emosional, dan kognitif dari orang tua di rumah mereka,” tambah Gough. 

Untuk mencegah krisis lebih lanjut, UNICEF merekomendasikan agar para orang tua mengambil cuti. Selain itu, pengaturan kerja yang lebih fleksibel juga dianjurkan oleh badan PBB. (ATN)

Tags: COVID-19Lost GenerationUnicef
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.