• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Politik di Myanmar, Satu Demonstran Tewas Tertembak di Kepala

by Redaksi Asiatoday
February 19, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Politik di Myanmar, Satu Demonstran Tewas Tertembak di Kepala

Jenazah Mya Thwate Thwate Khaing, 20, dievakuasi dari rumah sakit. AFP PHOTO/Sai Aung Main

ASIATODAY.ID, NAYPYIDAW – Aksi demonstrasi rakyat sipil menentang kudeta militer di Myanmar merenggut korban jiwa.

Seorang demonstran meninggal pada Jumat, 19 Februari 2021, setelah lebih dari seminggu ditembak dalam demonstrasi anti-kudeta di Myanmar.

Mya Thwate Thwate Khaing, 20, ditembak di kepalanya selama aksi unjuk rasa anti-kudeta di ibu kota Myanmar, Naypyidaw pada 9 Februari lalu. Meninggalnya Mya Thwate Thwate Khaing merupakan kematian resmi pertama dari gerakan anti-kudeta sejak militer merebut kekuasaan dari Aung San Suu Kyi.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Demonstrasi di Naypyidaw berubah menjadi kekerasan ketika pasukan keamanan menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa, tetapi dokter di rumah sakit kemudian mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya dua orang terluka parah akibat peluru tajam.

Pada Jumat, seorang pejabat rumah sakit mengkonfirmasi kematian Mya pada pukul 11.00, dan mengatakan bahwa jenazahnya akan diautopsi oleh dewan pada pukul 15.00.

“Karena ini adalah kasus ketidakadilan, kami akan menyimpan catatan (penyebab kematian). Kami akan mencari keadilan dan bergerak maju,” kata dokter tersebut, yang menolak disebutkan namanya.

Dia menambahkan bahwa staf rumah sakit telah menghadapi tekanan besar sejak Mya berada di unit perawatan intensif mereka. “Beberapa sudah meninggalkan rumah sakit karena tekanan,” katanya.

Juru bicara militer yang menjadi wakil menteri informasi Zaw Min Tun mengonfirmasi minggu ini bahwa Mya telah ditembak, dan mengatakan pihak berwenang akan terus menyelidiki kasus tersebut.

Sejak ditembak, Mya telah menjadi simbol perlawanan bagi pengunjuk rasa, dan menggunakan spanduk besar yang menggambarkan kemiripannya selama demonstrasi untuk menuntut keadilan.  (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.