• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

KTT COP26: Waktu Sudah Sempit, Saatnya Pemimpin Dunia Bertindak Atasi Pemanasan Global

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
KTT COP26: Waktu Sudah Sempit, Saatnya Pemimpin Dunia Bertindak Atasi Pemanasan Global

Emisi karbon yang bersumber dari pembangkit batubara. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, GLASGOW – Seluruh pemimpin dunia sudah saatnya melakukan tindakan nyata demi memperlambat pemanasan global.

Dunia saat ini sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk memerangi perubahan iklim.

“Ini saatnya kita bergerak dari aspirasi menuju tindakan untuk memperlambat pemanasan global,” seru Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Senin (1/11/2021).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Ia mengatakan, KTT COP26 merupakan momen kritis baginya. Menurut dia, hasil yang ambisius dari COP26 akan didapat, asalkan semua negara berkomitmen.

Untuk kali pertama, PM Johnson menegaskan dirinya tidak mau proyek tambang batu bara kontroversial di Cumbria, Inggris, dilanjutkan.

“Saya tidak mendukung lebih banyak batubara. Tapi itu bukan keputusan untuk saya, melainkan otoritas perencanaan,” serunya.

Pemerintah Inggris dikritik karena tidak menghentikan proyek tambang tersebut. Ini merupakan pernyataan terkuat PM Johnson terkait proyek batubara Cumbria.

Dalam COP21 di Paris pada 2015, negara-negara dunia berkomitmen menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius, atau sebisa mungkin dipertahankan di angka 1,5 derajat. Pemangkasan penggunaan batubara di level global dinilai dapat membantu menahan laju pemanasan global.

Pernyataan PM Johnson dinilai dapat membantu membujuk negara-negara lain untuk menghentikan penggunaan batu bara secara bertahap. Hal tersebut merupakan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai Inggris melalui COP26.

Britania Raya menjadi tuan rumah KTT COP26 di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa banyak negara tidak melakukan cukup aksi untuk membatasi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan suhu global meningkat. Presiden Joko Widodo juga hadir dalam pertemuan di Glasgow, Skotlandia, tersebut. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingKTT Iklim COP26Pemanasan GlobalPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.