• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kurangi Utang, Cara Negara Keluar dari Kemiskinan

by Redaksi Asiatoday
July 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kurangi Utang, Cara Negara Keluar dari Kemiskinan

Presiden World Bank David Malpass. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden World Bank David Malpass, menyerukan kelompok 20 negara utama atau G20 harus memperpanjang masa pembekuan pembayaran utang bilateral negara-negara termiskin di dunia hingga 2021.

“Mereka juga patut mengurangi beban utang secara permanen, mengurangi beban utang dari beberapa negara paling berutang,” kata David Malpass, Rabu (8/7) melalui konferensi mengenai utang G20.

Menurut Malpass, menunda pembayaran utang tidak akan menyelesaikan masalah-masalah negara yang sudah menghadapi tingkat utang tinggi sebelum pandemi Covid-19. 

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Dalam kasus seperti itu, kita perlu tidak hanya mengurangi layanan utang hari ini, tapi mengurangi layanan utang besok dan secara permanen,” jelasnya dilansir dari Reuters, Kamis (9/7/2020).

Malpass menyebutkan, ini akan memberikan cahaya di ujung ‘terowongan’ utang bagi negara-negara termiskin.

Untuk beberapa negara paling terpukul, pengurangan stok utang negara secara sistematis adalah satu-satunya cara untuk memulai kembali ekonomi, membuat investasi baru yang profit dan menghindari jebakan kemiskinan lebih lama.

Negara-negara berkembang dan pasar berkembang menghadapi konsekuensi ekonomi mengerikan akibat pandemi. Khususnya karena mereka memiliki sistem perawatan kesehatan yang tidak memadai dan sumber daya minim untuk mengimbangi dampak pembatasan sosial berskala luas.

Dalam beberapa kasus, kelompok negara ini juga harus menghadapi jatuhnya harga komoditas.

Malpass menekankan perlunya peningkatan transparansi tentang pinjaman. Ia juga mengajak semua pemberi pinjaman bilateral resmi, termasuk bank kebijakan seperti Bank Pembangunan China, ikut mengambil bagian.

Malpass menyebutkan, database Bank Dunia baru mengenai tingkat utang yang dirilis pada Juni akan membantu transparansi pinjaman.

Basis data akan diperluas pada September, terutama pada persyaratan pinjaman termasuk suku bunga, jatuh tempo dan masa tenggang.

“Inisiatif G20 harus mencakup semua utang eksternal, yang dijamin publik, termasuk pinjaman yang dibuat oleh perusahaan milik negara, jika mereka memiliki jaminan pemerintah yang tersirat, kata Malpass.

Ia juga mengutip kekhawatiran tentang klausul kerahasiaan dalam kontrak pinjaman resmi dan instrumen menyerupai utang.

Misalnya, jalur pertukaran bilateral jangka panjang yang sering digunakan sebagai sumber pendanaan oleh negara-negara seperti Mongolia.

“Komitmen kontrak jangka panjang untuk pembelian listrik juga menjadi beban berat bagi negara miskin,” tutup Malpass. (ATN)

Tags: David MalpassG20Utang IndonesiaUtang Luar NegeriWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.