• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kuwait Serukan Warganya Keluar dari Kazakhstan

by Redaksi Asiatoday
January 8, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kuwait Serukan Warganya Keluar dari Kazakhstan

Gerakan rakyat menentang pemerintah di Kazakhstan kian meluas. Ist

ASIATODAY.ID, NUR SULTAN – Kedutaan Besar Kuwait di Kazakhstan meserukan kepada warganya untuk meninggalkan negara tersebut, yang telah dilanda kerusuhan dalam sepekan terakhir.

Kedubes Kuwait juga menyarankan warganya untuk menunda perjalanan ke Kazakhstan karena adanya “status darurat” di negara tersebut.

Unjukrasa memprotes kenaikan harga bahan bakar pada 1 Januari lalu telah berubah menjadi gerakan luas menentang pemerintah Kazakhstan dan mantan pemimpinnya, Nursultan Nazarbayev — pria yang dianggap masih menguasai dunia politik di sana.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Puluhan demonstran dan anggota pasukan keamanan tewas dalam kerusuhan berdarah dalam dua hari terakhir di Almaty, kota terbesar di Kazakhstan.

Situasi mulai mereda pada Jumat kemarin, usai prajurit Rusia tiba di Kazakhstan sebagai bagian dari pasukan regional.

Maskapai Kuwait, Jazeera Airways, menangguhkan penerbangan ke Almaty pada Kamis kemarin, Maskapai Flydubai dan Air Arabia juga melakukan hal serupa.

Sementara itu di Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengaku heran mengapa Pemerintah Kazakhstan meminta bantuan Rusia, padahal kekuatan dalam negerinya dinilai cukup untuk mengatasi kerusuhan. Ia juga menilai pasukan Rusia kemungkinan akan tetap berada di Kazakhstan.

“Bagi saya, otoritas Kazakhstan sudah jelas memiliki kapasitas untuk mengatasi aksi protes, dengan cara menjaga ketertiban namun tetap menghormati hak-hak demonstran,” kata Blinken.

“Lantas mengapa mereka merasa perlu meminta bantuan dari luar,” sambungnya.

“Saya rasa pelajaran yang dapat dipetik dalam sejarah belum lama ini adalah, di saat Rusia berada di dalam rumah Anda, terkadang sangat sulit untuk membuat mereka pergi,” tandas Blinken. (ATN)

Tags: Kazakhstan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.