• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lawan China, Filipina Dukung Penuh AUKUS dan Pengadaan Kapal Selam Nuklir Australia

by Redaksi Asiatoday
September 21, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hadapi China, Filipina Pertahankan Perjanjian Militer dengan AS

Angkatan Laut Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Filipina mendukung penuh aliansi Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia (AUKUS) di Indo Pasifik. Selain itu, Filipinan juga mendukung upaya Australia untuk mendatangkan kapal selam nuklir melalui pakta pertahanan dengan Amerika Serikat dan Inggris.

Program ini diharapkan bisa menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Indo Pasifik, utamanya melawan pengaruh China.

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, dalam pernyataannya hari Selasa (21/9/2021), mengatakan bahwa AUKUS harus bisa memulihkan dan menjaga keseimbangan, bukan justru mengacaukannya.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Tanpa kehadiran senjata nuklir yang sebenarnya, langkah AUKUS tidak akan melanggar perjanjian 1995 untuk menjauhkan senjata nuklir dari Asia Tenggara,” ungkap Locsin, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Sikap Filipina ini berbeda dengan negara tetangganya seperti Indonesia dan Malaysia, yang justru khawatir terkait hadirnya kapal selam tenaga nuklir di tengah persaingan negara adidaya yang terus berkembang di Asia Tenggara.

Negara-negara Asia Tenggara sangat direpotkan dengan agresifitas China di Laut China Selatan. Belum lagi kehadiran militer AS yang terus membuat suasana semakin panas.

AS yang juga merupakan sekutu Filipina, secara teratur melakukan operasi “kebebasan navigasi” yang selalu membuat China marah.

Hubungan dekat Filipina dengan China ada di ujung tanduk setelah pada bulan Mei lalu China mengirim ratusan kapal milisi maritim di dalam zona ekonomi eksklusifnya. Sejak saat itu, Filipina cenderung lebih dekat dengan AS dan sekutu Barat lainnya.

Locsin melihat pakta pertahanan AUKUS bisa sangat bermanfaat bagi ASEAN yang selama ini terus mendapat tekanan dari China.

“Kedekatan bisa meningkatkan kapasitas militer teman dekat dan sekutu ASEAN untuk menanggapi ancaman terhadap kawasan atau menantang status quo. Ini membutuhkan peningkatan kemampuan Australia, ditambah dengan sekutu militer utamanya, untuk mencapai kalibrasi itu,” lanjut Locsin.

Pakta pertahanan AUKUS

Pada hari Rabu (15/9), AS dan Inggris menegaskan pihaknya siap membantu Australia untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir melalui pakta pertahanan AUKUS.

Dalam pengumuman virtual tiga arah dari masing-masing ibu kota negara, para pemimpin menekankan Australia tidak akan menurunkan senjata nuklir tetapi menggunakan sistem propulsi nuklir untuk kapal. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga diri dari ancaman di masa depan.

Pengumuman disampaikan langsung oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison secara virtual. Kemitraan ini juga akan melibatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk kecerdasan buatan dan teknologi kuantum.

Setelah ini, pemerintah ketiga negara akan meluncurkan periode konsultasi 18 bulan untuk menentukan setiap elemen program ini, mulai dari tenaga kerja, persyaratan pelatihan, hingga jadwal produksi, termasuk memastikan kepatuhan penuh dengan komitmen non-proliferasi. (ATN)

Tags: AseanAUKUSIndo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.